Jumat, 01 Mei 2009

Sufi Thinking

Sufi Thinking Reguler
Ditulis oleh Jusron Faizal

Pelatihan Sufi Thinking


Pola pikir Sufi adalah pola pikir Islam, karena Tasauf adalah salah satu sendi Al Islam. Seperti halnya pola pikir Islam yang senantiasa dilandasi akidah, syari'ah dan akhlak, demikian pula pola pikir Sufi. Pola pikir ini sangat penting dalam kehidupan manusia, karena menentukan persepsi dan penilaian serta perbuatan dan perkataan yang pada gilirannya berpengaruh hubungan antar manusia dan pembentukan kepribadian. Pola pikir sufistik ini -sekalipun sama dengan pola pikir islami, tetapi memiliki karakteristik tertentu mengingat Tasauf memiliki kekhususan dalam metodologi, ruang lingkup, penerapan dan tujuan keilmuannya. Di bawah ini diajukan sebuah pola pikir sufistik dengan beberapa karakteristiknya sebagai bahan pemikiran.

Motto:

- Beribadat sebagai Nabi/Rasul beribadat
- Berprinsip sebagai Pengabdi
- Berabdi sebagai Pejuang
- Berjuang sebgai Prajurit
- Berkarya sebagai Pemilik

Motivasi Utama:

Mengharapkan Allah dan ridhaNya (Ilahi Anta maqsyudi wa ridhaka mathlubi)

Tujuan:

  • Menumbuhkembangkan dzikrullah pada pribadi-pribadi dan masyarakat melalui metodologi Tharikat Naqsyabandiyah.
  • Meningkatkan kompetensi dan menyempurnakan akhlakul karimah.
  • Mewujudkan masyarakat Dzikrullah yang berpredikat Baldatun Thayibatun wa Rabbun Ghafur.
  • Agama (Al Qur'an, Al Hadits, Ijma' Ulama) dengan dukungan Sains dan Teknologi.
  • Akhlak Rasulullah SAW

Ibadah:

  • Melakukan seluruh peribadahan seperti ditentukan syari'at Islam
  • Mengamalkan dzikrullah (dzikir siir) dan mengintensifkannya melalui wirid rutin dan i'tikaf.
  • Melakukan amal shaleh dengan penuh keikhlasan.

Asas-asas:

  • Asas Holistik: berusaha memahami agama dan ajaran Islam secara keseluruhan (Al Qur'an, Al Hadits, Ijma' ulama; Akidah, syari'ah, akhlak; Tharikat, hakikat, ma'rifat; Ilmu dan amal) serta melaksanakannya secara optimal dan seimbang.
  • Asas Rabithah: beribadah langsung kepada Allah SWT dengan menerapkan metode tasauf (thariqatullah) yakni menyertakan secara ruhaniah Waliyam Mursyida yang terhubung dengan para Akhli Silsilah sampai kepada Arwahul Muqqadasah Rasulullah SAW.
  • Asas Hadap: memuliakan Guru dan keluarganya serta menghormati sesama murid (senior, sebaya, junior) dengan penuh keikhlasan.
  • Asas Pengabdian: turut menyumbangkan tenaga, pikiran dan harta serta berperan aktif mendukung kegiatan-kegiatan kesurauan seperti pembangunan surau-surau, menyemarakkannya serta memfasilitasi peribadahan.
  • Asas Perbaikan Diri: selalu berusaha dari hari ke hari secara konsisten memperbaiki dan meningkatkan kualitas karakter (perangai, niat, ucapan dan perbuatan).
  • Asas Keteladanan: berusaha meneladani akhlak Rasulullah SAW dan para shalihin serta berusaha pula menjadikan diri sendiri sebagai teladan kebaikan bagi keluarga, teman-teman dan lingkungan sekitarnya.
  • Asas Kesatuan dan Persatuan: memelihara dan membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar dengan melaksanakan etika bertetangga, menjaga ukhuwah dengan sesama muslim atas dasar Islam, memelihara kesatuan dan persatuan dengan masyarakat sebangsa setanah-air melalui Pancasila, dan memelihara kesatuan dan persatuan dengan masyarakat dunia atas dasar perikemanusiaan dan Ketuhanan yang Maha Esa.

Perubahan Sikap dan Perilaku

  • Dari sikap menutup diri menjadi lebih terbuka
  • Dari merasa diri unggul menjadi bersedia menghargai kelebihan orang lain
  • Dari keinginan untuk selalu dilayani menjadi bersedia melayani
  • Dari orientasi pada problema menjadi orientasi pada solusi
  • Dari sikap pasif-reaktif menjadi partisipatif-proaktif
  • Dari kebiasaan mengingat-ingat jasa sendiri dan kesalahan orang lain menjadi melupakannya
  • Dari sikap puas diri menjadi berani bercita-cita dan merancang masa depan
  • Dari malas menambah ilmu dan ketrampilan menjadi bersedia untuk belajar
  • Dari kecenderungan mudah tersinggung menjadi lebih sabar
  • Dari kegemaran banyak bicara dan gosip menjadi diam dan tak menyebarkan rahasia orang.
  • Dari kebiasaan suka menilai akhlak orang lain menjadi bersedia memperbaiki akhlak sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar