Kebahagiaan Dambaan Psikologi dan Tasawuf
Ditulis oleh H.D. Bastaman
Kebahagiaan merupakan dambaan setiap insan, bahkan kaum beragama mendambakan kebahagiaan dan kebaikan tidak saja di dunia, tetapi juga di ahirat. Tetapi kenyataan sering menunjukkan cukup banyak orang yang bahagia dan cukup banyak pula yang tidak bahagia hidupnya. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda, bahkan ada orang-orang yang merasa bahagia dan ada juga yang tak bahagia padahal mereka hidup di suatu lingkungan sama. Apa artinya? Artinya kebahagiaan tidak berkaitan dengan latar belakang usia, jenis seks, kekayaan, rumah tangga, pendidikan dan kondisi lingkungan. Jadi siapa pun bisa berbahagia dan bisa juga menjadi tak bahagia.
Ada dua sudut pandang mengenai hidup bahagia yakni sudut pandang agama dan sudut pandang psikologi. Sudut pandang agama, khususnya Tasauf Islam, pada dasarnya menyatakan bahwa kebahagiaan hakiki diperoleh bila kita senantiasa dekat dan mendekatkan diri kepada Maha Pemilik dan Maha Sumber segala Kebahagiaan yaitu Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Caranya dengan mengikuti, menaati dan menerapkan sebaik-baiknya tuntunan agama dalam kehidupan sehari-hari, karena agama banyak memberi petunjuk mengenai asas-asas dan cara-cara meraih keselamatan dan kebahagian di dunia dan di ahirat. Dan agama pun mengajarkan bahwa manusia mampu meraih kebahagiaan, asalkan ia berusaha mengubah keadaan diri mereka menjadi lebih baik. Dalam pandangan agama Islam, manusia benar-benar mampu mengubah nasibnya sendiri ("Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri " (Q.S. al-Ra'ad/13: 11) .
Di lain pihak tinjauan psikologi menunjukkan bahwa kebahagiaan (happiness) merupakan hasil sampingan (by product) atau ganjaran (reward) atas keberhasilan meraih hal-hal yang penting dan bermakna bagi seseorang. Apa yang penting dan berharga bagi seseorang? Sangat bersifat pribadi dan unik, artinya setiap orang memiliki dambaan khusus yang berlainan satu sama lain, seperti kekeluargaan, persahabatan, pendidikan, pekerjaan, tugas sosial, prestasi atau prestise, harta dan kekayaan, kesehatan dan kebugaran, ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai-nilai luhur dan hal-hal yang bersifat rohaniah.
Seperti halnya agama, psikologi pun mengakui bahwa setiap manusia mampu menentukan dan mengubah kondisi hidupnya. Manusia dijuluki "the self determining being" yakni mahluk yang mampu menentukan hidupnya menurut apa yang dianggap sesuai dan terbaik baginya.
TINJAUAN PSIKOLOGI ATAS KEBAHAGIAAN
Kita akan menyimak pandangan seorang pakar psikologi humanistik (dan psikiatri eksistensial) bernama Viktor Frankl (1905 - 1997). Ia seorang keturunan Yahudi asal Wina, Austria, yang selamat dari empat kam-konsentrasi kaum Nazi (Dachau, Maidek, Treblinka, Auschwitz) pada waktu Perang Dunia II dan pendiri aliran Logoterapi. Sesuai dengan akar kata logos yang berarti makna, Logoterapi menyatakan bahwa dambaan, hasrat, tujuan utama setiap manusia adalah kehidupan yang bermakna (meaningful life). Artinya setiap orang (normal) menginginkan dirinya berharga, penting, bermartabat dan berarti bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat dan berharga di mata Tuhan. Being Somebody, istilah psikologinya. Bila hal itu dapat diraih, ganjarannya adalah rasa bahagia atau kebahagiaan. Jadi dalam tataran psikologi, kebahagiaan tidak begitu saja diperoleh, tetapi menuntut upaya lebih dahulu untuk meraih hidup bermakna.
Unsur-unsur Hidup Bermakna
Dalam pandangan Logoterapi sekurang-kurangnya ada 7 (tujuh) unsur penting yang saling terkait dalam upaya mengembangkan hidup yang bermakna yakni: Hasrat untuk Hidup Bermakna, Makna Hidup, Metode Menemukan Makna Hidup, Gambaran Hidup Bermakna/Bahagia, Keteladanan, Asas-asas Sukses dan Do'a.
Hasrat untuk Hidup Bermakna
Setiap orang senantiasa menginginkan dirinya menjadi orang yang berguna dan berharga bagi dirinya sebdiri, keluarga, lingkungan kerja dan masyarakat sekitar, bahkan berharga di mata Tuhan. Ayah dan ibu misalnya ingin menjadi orang tua yang mengasihi, dikasihi dan dihormati seluruh keluarganya, serta mampu menjalankan dengan sebaik-baiknya fungsinya sebagai orang tua. Sebaliknya bila ia seorang anak tentu ia ingin menjadi anak berbakti yang dikasihi dan menjadi kebanggaan keluarga. Dan setiap orang pasti menginginkan bagi dirinya suatu cita-cita dan tujuan hidup penting yang akan diperjuangkannya dengan penuh semangat, sebuah tujuan hidup yang menjadi arahan segala kegiatannya.
Sebaliknya ia tidak menginginkan dirinya menjadi orang yang hidup tanpa tujuan, sehingga ia sendiri menjadi bingung karena tak terarah dan tidak mengetahui apa yang akan dilakukannya. Itulah sekelumit gambaran mengenai hasrat manusia diantara sekian banyak keinginan lainnya yang bila direnungkan ternyata menggambarkan hasrat yang paling mendasar dari setiap orang yaitu hasrat untuk hidup bermakna.4 Keinginan untuk hidup bermakna benar-benar merupakan motivasi utama setiap manusia. Hasrat inilah yang memotivasi setiap orang melakukan berbagai kegiatan -seperti kegiatan bekerja dan berkarya- agar kehidupannya dirasakan berguna, berharga dan bermakna.
Makna Hidup
Makna Hidup adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, sehingga layak dijadikan tujuan hidup. Makna hidup sering dinamakan juga nilai atau hikmah kehidupan yakni kebajikan dan manfaat besar yang terkandung dalam berbagai peristiwa dan pengalaman hidup, baik yang menyenangkan maupun yang tak menyenangkan. Bila nilai-nilai dan hikmah kehidupan itu telah disadari dan berhasil dipenuhi akan menyebabkan seseorang merasakan kehidupan yang berarti dan pada akhirnya akan menimbulkan perasaan bahagia. Contohnya, seorang ibu yang mengasihi anaknya akan merasa senang dan bahagia bila berhasil memberikan sesuatu yang telah lama diinginkan anaknya.
Makna hidup atau hikmah kehidupan terdapat dalam kehidupan itu sendiri, dan dapat ditemukan dalam setiap keadaan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Ungkapan-ungkapan sehari-hari seperti "Makna dalam Derita" (Meaning in Suffering) atau "Hikmah dalam Musibah" (Blessing in Disguise) menunjukkan bahwa dalam penderitaan sekalipun makna dan hikmah kehidupan tetap dapat ditemukan.
Sumber-sumber Makna Hidup
Dalam kehidupan ini sekurang-kurangnya ada empat hal yang dianggap sebagai sumber makna hidup, karena dalamnya dapat ditemukan berbagai hikmah kehidupan yang menyebabkan hidup bermakna apabila hal itu berhasil dipenuhi. Keempat sumber makna hidup itu adalah:
1. Karya: kegiatan bekerja, mencipta, serta melaksanakan tugas dan kewajiban sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab serta berbuat kebajikan bagi orang lain dan diri sendiri.
2. Penghayatan: keyakinan dan penghayatan atas nilai-nilai kebenaran, kebajikan, keindahan, keimanan, dan cinta kasih.
3. Sikap: menerima dengan penuh ketabahan, kesabaran dan keberanian segala bentuk penderitaan yang tak mungkin dihindari lagi -seperti sakit yang tak dapat disembuhkan, kematian orang yang dikasihi- setelah berbagai upaya untuk mengatasinya telah dilakukan secara optimal tetapi tetap tak berhasil.
4. Harapan: keyakinan akan terjadinya perubahan yang lebih baik dan bermanfaat pada waktu mendatang.
Sekalipun makna hidup ini dapat ditemukan dalam kehidupan itu sendiri dan setiap orang dewasa (seharusnya) mampu menemukannya sendiri, tetapi dalam kenyataannya hal itu tidak selalu mudah ditemukan. Makna hidup biasanya tersirat dan tersembunyi dalam kehidupan, sehingga perlu dipahami metode dan cara-cara menemukannya.
Metode Menemukan Makna Hidup
Di bawah ini diajukan 5 (lima) metode menemukan makna hidup, yakni:
1. Pemahaman Diri: Mengenali berbagai kekuatan dan kelemahan diri sendiri (dan lingkungan), baik yang masih merupakan potensi maupun yang telah teraktualisasi. Dan makna hidup dan hidup yang bermakna diperoleh bila kekuatan-kekuatan itu berhasil dikembangkan dan kelemahan-kelemahan dihambat dan dikurangi;
2. Bertindak Positif: Bertindak positif merupakan kelanjutan dari berpikir positif. Artinya, mencoba melaksanakan dalam perbuatan nyata: niat baik, pikiran-pikiran positif dan hal-hal yang dianggap bermanfaat. Makna hidup dan hidup yang bermakna akan benar-benar terjadi bila hal-hal positif itu terperangai dan dibiasakankan dalam kehidupan sehari-hari;
3. Pengakraban Hubungan: Secara sengaja meningkatkan hubungan yang baik dengan pribadi-pribadi tertentu (misalnya anggota keluarga, tetangga, teman, rekan kerja), sehingga masing-masing merasa saling menyayangi, saling mempercayai, saling membutuhkan, dan bersedia bantu-membantu. Dalam keakraban, persahabatan, persaudaraan dan silaturahim itulah makna hidup dan hidup yang bermakna benar-benar terwujud;
4. Pemenuhan sumber-sumber makna hidup: Berupaya untuk mendalami, memahami, menjabarkan dan memenuhi keempat sumber makna hidup yaitu: Karya, Penghayatan, Sikap dan Harapan. Makna hidup dan hidup yang bermakna akan diperoleh bila kita berhasil merealisasi keempat sumber makna hidup tersebut dalam kehidupan sehari-hari;
5. Ibadah: Mendekatkan diri kepada Tuhan melalui cara-cara yang diajarkanNya. Bentuk ibadah yang paling sederhana tetapi merupakan inti ibadah adalah doa. Dengan beribadah dan berdoa, kita merasa tenteram dan terbimbing tindakan-tindakan kita. Menghayati kedekatan dengan Sang Pencipta akan mengembangkan penghayatan hidup yang sangat bermakna.
Gambaran Hidup Bermakna dan Bahagia
Hidup bahagia adalah kehidupan yang menyenangkan, penuh semangat dan gairah hidup serta jauh dari perasaan hampa dan cemas. Hal ini antara lain ditandai oleh hubungan antar pribadi (khususnya hubungan keluarga) yang penuh keakraban, rukun dan saling menghormati dan menyayangi, bantu membantu dalam kebajikan, melakukan berbagai kegiatan yang menghasilkan karya-karya bermanfaat, memiliki tujuan hidup yang jelas, meningkatkan cara berpikir dan bertindak positif, serta berupaya secara optimal untuk mengembangkan potensi dirinya (fisik, mental, sosial, spiritual) dan orang lain. Orang-orang yang bahagia memiliki kepribadian sehat - antara lain ditandai oleh tubuh yang sehat, otak cemerlang, akhlak luhur, sikap tegas, perasaan lembut, keyakinan yang mantap, dan luwes dalam pergaulan- yang tentu saja menjadi idaman setiap orang. Orang-orang berbahagia adalah mereka yang pandai bersyukur dan ingin agar orang-orang lain pun dapat meraih kebahagiaan seperti diri mereka. Kehadiran orang yang berbahagia biasanya "menularkan" rasa bahagia pula pada orang-orang yang bersamanya.
Keteladanan
Dalam proses pengembangan pribadi dan meraih cita-cita diperlukan role model yaitu pribadi tertentu yang dikagumi dengan perilaku, sikap, sifat, prestasi dan nilai-nilai hidupnya layak diteladani. Proses ini sebenarnya terjadi sejak awal saat anak-anak meniru tingkah laku dan penampilan orang tua, saudara, teman, dsb. Berbeda dengan anak-anak (dan remaja) yang sering meniru-niru tampilan fisik, pada orang-orang dewasa yang diteladani dan diambil alih adalah nilai-nilai hidup yang ada pada tokoh teladan itu.
Asas-asas Sukses
Seperti halnya Hukum Gravitasi yang berlaku abadi dialam fisik terdapat banyak sekali hukum dan asas-asas keberhasilan hidup. Skip Ross, seorang ahli psikologi mengemukakan 10 prinsip sukses yang diyakininya dan telah diuji coba sendiri dan terbukti berhasil. Lima diantara ke 10 asas itu adalah sbb.
1. Asas Memberi. Kalau kita memberikan sesuatu kepada orang lain dengan tulus, satu saat kita akan menerimanya kembali berlipat ganda entah dari mana datangnya. Ini berlaku tidak saja untuk materi tetapi juga non materi. Bila kita memberikan penghargaan atau pujian kepada seseorang maka pada suatu saat kita akan menerima hal serupa lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu biasakan memberikan hal-hal yang baik kepada orang-orang lain;
2. Asas Menyingkirkan. Singkirkan hal-hal yang tidak kita inginkan untuk memberi peluang berkembangnya hal-hal yang kita inginkan. Tentu saja hal ini berlaku pula untuk kebiasaan dan sifat-sifat buruk. Usahakan untuk mengurangi/ menghilangkan sifat dan kebiasaan-kebiasaan buruk kita, karena lambat laun akan digantikan dengan hal-hal positif yang berkembang dalam diri kita, sadar ataupun tidak sadar;
3. Asas Ucapan. Apapun yang anda ungkapkan secara lisan akan benar-benar terjadi. Seperti halnya imajinasi ucapanpun mempunyai kekuatan untuk mewujudkan apa yang diucapkan (baik atau buruk). Oleh karena itu hati-hatilah dengan ucapan. Singkatnya selalu ucapkan yang baik-baik saja;
4. Asas Antusias. Mencurahkan segenap daya dan upaya terhadap setiap kegiatan yang dilakukan. Antusiasme memancarkan semangat dan semangat akan mempercepat diraihnya hal-hal yang besar. Antusias sebenarnya merupakan sikap mental dan cara hidup yang terpancar dari wajah, sinar mata, cara bicara dan gerak gerik yang penuh semangat. Antusiasme sulit untuk diajarkan tetapi dapat ditularkan. Seorang yang antusias akan menarik orang-orang lain untuk bersemangat pula;
5. Asas Kegigihan. Melakukan sesuatu terus menerus sampai tuntas sekalipun banyak mengalami rintangan dan penolakan. Persistensi adalah ketekunan dan kegigihan serta sikap mantang menyerah.
Proses Pengembangan Hidup Bermakna
Atas dasar unsur-unsur tersebut, seseorang yang ingin mengembangkan kehidupan yang bermakna perlu melakukan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, memantapkan niat untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih bermakna dan menyadari potensi diri, antara lain kemampuan untuk mengubah kondisi diri menjadi lebih baik, serta memiliki gambaran jelas mengenai kualitas hidup yang diidam-idamkan. Kemudian, memahami makna dan sumber-sumber makna hidup, mengetahui cara-cara menemukannya, serta secara sadar mengarahkan diri pada citra diri yang diidam-idamkan dengan keteladanan yang jelas. Dan menerapkan Asas-asas Sukses dalam melaksanakan semuanya serta tidak lupa untuk senantiasa berdo'a dan beribadah kepada Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang agar kehidupan ini senantiasa dipenuhi keberkatan yang melimpah ruah ke sekitarnya. Keberhasilan mengembangkan hidup yang bermakna itu akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri pada para pelakunya.
KEBAHAGIAAN DALAM PANDANGAN TASAUF
Telah dijelaskan bahwa kebahagiaan dalam pandangan agama diperoleh dengan jalan mendekatkan diri pada Allah SWT sebagai Maha Pemberi Kebahagiaan melalui ibadah dan cara-cara yang diajarkanNya. Dalam hal ini Tasauf Islam sebagai dimensi ihsan dalam Agama Islam yang terutama mengolah daya-daya ruhani manusia dalam proses mendekatkan diri pada Allah SWT tentu mengembangkan pula cara-cara mendekatkan diri secara ruhaniah kepadaNya. Sekalipun pengetahuan mengenai ruh ini sedikit sekali diberikanNya kepada manusia, tetapi dari yang sedikit itu Tasauf Islam dapat menggambarkan karakteristik ruh antara lain sebagai berikut:
* Ruh berasal dari Tuhan, dan bukan berasal dari tanah atau bumi.
* Ruh adalah unik, tak sama dengan akal budi, jasmani dan jiwa manusia. Ruh yang berasal dari Allah SWT itu merupakan sarana pokok untuk munajat kepadaNya.
* Ruh tetap hidup sekalipun kita tidur atau tak sadar, bahkan mati.d.Ruh dapat menjadi kotor dengan dosa dan noda, tetapi dapat pula dibersihkan dan menjadi suci.
* Tasauf mengikutsertakan ruh dalam beribadah kepada Tuhan.
* Tasauf melatih untuk menyebut Kalimah Allah tidak saja sampai pada taraf kesadaran lahiriah, tetapi juga tembus ke dalam alam ruhaniah di atas alam sadar. Kalimah Allah yang termuat dalam ruh pada gilirannya dapat membawa ruh itu sendiri ke alam ketuhanan.
* Ruh diciptakan jauh sebelum manusia dilahirkan, berfungsi selama manusia hidup, dan setelah meninggal ruh akan pindah ke alam baqa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama ia hidup ke hadlirat Tuhan. Jadi ruh itu ada dalam diri manusia, tetapi tak-kasatmata (invisible) karena sangat halus dan gaib sifatnya. Selain itu dimensinya jauh lebih tinggi dari alam pikiran, dan tahapannya pun di atas alam sadar (Super-conscious). Ruh ini bukan sembarang ruh, melainkan ruh yang sangat tinggi, indah dan lembut yang dikurniakan Allah kepada manusia melalui "hembusanNya" (QS. Al-Sajadah, 32: 9).
Gambaran Umum mengenai Tasauf
Tasauf sebagai salah satu pilar Al Islam sejauh ini paling banyak membahas dan mengolah ruhani manusia dengan tujuan antara lain agar manusia mampu mengembangkan akhlak yang baik serta senantiasa berusaha hidup dalam bimbingan dan keridhaanNya. Bagaimana metode Tasauf untuk meningkatkan derajat ruhani manusia antara lain dapat diketahui dari kegiatan pengamalan-pengamalannya di berbagai "padepokan" tasauf. Bila kita cermati kehidupan di setiap perguruan tasauf biasanya terjadi kegiatan sebagai berikut:
Seorang ulama ahli tasauf (dibantu para asistennya) mengajarkan dan melatih murid-murid mempelajari dan mengamalkan agama pada umumnya, dan secara husus menggalakkan dzikrullah (dan wiridan-wiridan nawafil lainnya) didasarkan pada sistem tarekat yang dikembangkan di perguruan itu. Dengan demikian kegiatan tasauf sekurang-kurangnya melibatkan empat unsur yakni: Mursyid, Murid, Tarekat, dan Amalan. Sederhana sekali, tetapi di balik kesederhanaan itu terdapat kegiatan olah-ruhani yang sangat tinggi, halus, dan mendasar dalam menghampirkan ruhani manusia kepada Sang Pencipta dengan jalan mengikuti jejak ruhaniah Rasulullah SAW.
Pilar-pilar Tasauf
Sehubungan dengan itu kerangka pikir tasaufi adalah sebagai berikut: Muhammad Rasulullah SAW tentu dikurniakan Allah SWT sarana hubungan gaib denganNya. Sarana ini disebut washilah yang tidak lain adalah Nur Ilahi atau Nuurun alan Nuurin (QS. An Nuur: 35), dan dengan demikian Nabi Muhammad SAW adalah pembawa washilah (the washilah carrier). Washilah ini diajarkan dan diwariskan beliau kepada para sahabat utama ahli ruhani, dan dari sana diturunkan pula dari jaman ke jaman kepada para aulia akbar yang dalam dunia tasauf lazim disebut para ahli silsilah.
Dengan demikian beliau-beliau pun berfungsi sebagai pembawa washilah untuk diajarkan kepada kaum muslimin dan muslimat melalui metode tasauf yang tujuannya tak lain adalah untuk meraih RidhaNya. Di sisi lain terdapat manusia-manusia dengan segala duka-nestapanya yang senantiasa mendambakan kebahagiaan hidup lahiriah dan ruhaniah yang senantiasa terbimbing dalam RidhaNya. Dalam hal inilah Tasauf di bawah kepemimpinan Al Mursyid menawarkan metodologi (thariqatullah) bagaimana ruhani kita Insya Allah berimam-tahkik kepada Arwahul muqaddasah Rasulullah SAW guna mendapat kurnia washilah dalam rangka mendapatkan RidhaNya.
Perlu dijelaskan bahwa pemikiran tasaufi ini samasekali tidak mengubah sezarah pun asas-asas dan aturan akidah dan syariah Islam yang sudah settled, tetapi menjelaskan secara ilmiah metafisika bagaimana peranan Washilah (Nuurun alan Nuurin) sebagai salah satu "pintu menuju Tuhan" dalam proses munajat kepada Allah SWT.
Dalam ini Tasauf Islam di bawah kepimpinan Al Mursyid mengajarkan agama Islam secara menyeluruh (kaaffah) dan dengan metode tarekatnya melatih dan menggalakkan dzikrullah guna mengembangkan akhlak mulia, meningkatkan kekhusyukan ibadah, dan meningkatkan amal shaleh. Dan dalam naungan Ridha Allah SWT, syafaat Rasulullah SAW dan karomah para Aulia Pembawa Washilah serta bimbingan Al Mursyid dambaan kebahagiaan hakiki Insya Allah dapat diraih.
FORDIBA Sawangan, 20 Mei 2008
Drs. Hanna Djumhana Bastaman, M Psi
Sebuah Sikap Pribadi, Pandangan dan Kontemplasi akan Hakikat Kehidupan Sebagai Upaya Menggapai Ridha Allah SWT. "Illahi Anta Maksudi Wa Ridhaka Matlubi".
Jumat, 09 Oktober 2009
Mengubah Kebiasaan Hidup
Mengubah Kebiasaan Hidup
Ditulis oleh Rahman Moenggah, SH, LLM
Kebahagiaan dan kesuksesan adalah suatu keadaan yang selalu dicari dan menjadi dambaan setiap mahluk di muka bumi yang bernama manusia. Dalam pencarian itu dapat dikatakan setiap gerak, usaha dan langkah diupayakan. Seluruh waktu dicurahkan bahkan tidak jarang jiwa dan raga sekalipun dikorbankannya untuk mendapatkannya. Hanya sayang sekali, sejarah juga menunjukkan bahwa tidak semua manusia mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Banyak anak manusia yang tersesat di jalan, gagal bahkan tidak sedikit terperosok ke dalam lubang kehancuran.
Apa sebenarnya kesuksesan dan kebahahagiaan itu? Selama ini kesuksesan itu lebih banyak dilihat sebagai suatu keadaan atau konsep saja, padahal sebenarnya kesuksesan itu adalah sebuah proses perjalanan dari pengalaman dan keahlian seorang anak manusia.
Kesuksesan adalah sejumlah kebiasaan yang harus dilakukan dengan baik, sabar serta dibutuhkan waktu dan pengorbanan. Karena kebiasaan dan penerapannya itulah yang akan menentukan keberhasilan seseorang, baik dalam kaitannya dengan status sosial, kedudukan, maupun keahliannya dalam melakukan tugas.
Bagaimana sisi kesuksesan dipandang dari Islam? Bagaimana kita mencapainya?
1. TUJUAN HIDUP MANUSIA
Sebelum menjawab mengenai kesuksesan marilah kita lihat dahulu apa tujuan hidup manusia dengan merujuk kepada tujuan Allah telah menciptakan manusia sebagaimana dijelaskan dalam firmannya:
Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (adz Dzariyat 56)
Kesuksesan yang hendak kita raih di dalam kehidupan baik di dunia maupun akhirat bersandar kepada apa yang menjadi tugas utama kita sebagai manusia yaitu mengabdi kepada Allah. Kemudian Allah memberikan kebebasan yang sempurna tetapi dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh syariat dengan tujuan untuk memakmurkan bumi dan mewujudkan hasil-hasil yang didapat sebagaimana dijelaskan di dalam firmanNya:
Ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada Malaikat, sesungguhnya Aku akan jadikan di muka bumi ini seorang khalifah (Al Baqarah ayat 30).
Jadi kebahagiaan dan kesuksesan akan datang dalam konteks pengabdian yang sebenarnya kepada Allah Swt dan pemakmuran bumi yang dilakukan dengan cara membangun peradaban manusia yang benar.
2. KEBIASAAN DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Dengan berdasarkan pendapat bahwa kesuksesan adalah suatu proses yang dibangun dari kebiasaan, ternyata dalam kehidupan manusia, kebiasaan memiliki pengaruh yang besar. Setiap orang dari kita digerakkan oleh kebiasaan. Ibarat pepatah tanamlah suatu perbuatan dan tuailah suatu kebiasaan; tanamlah suatu kebiasaan dan tuailah suatu perilaku; tanamlah suatu perilalaku tuailah suatu keberuntungan.
Contohnya: bila datang bulan Ramadhan, kehidupan seorang muslim mengalami perubahan baik dari kebiasaan makan, tidur maupun kebiasaan shalatnya. Bulan Ramadhan hanya datang sekali dalam satu tahun. Dalam bulan-bulan biasa, setiap muslim terbiasa dengan kehidupan yang rutin khususnya kebiasaan makan minum dan shalat. Tetapi begitu datang bulan Ramadhan, kebiasaan kebiasaan tersebut harus diubah dan diganti dengan kebiasaan baru.
Tetapi setelah berlalunya hari pertama, kita mulai biasa melakukan shalat malam dan rutinitas keseharian kita juga berubah. Kitapun dapat merasakan kemudahan dan tidak lagi merasa berat untuk melakukan rutinitas di bulan Ramadhan. Ketika akhir bulan Ramadhan pun kita kita sudah terbiasa dengan shaum dan tidak lagi merasa berat menjalani puasa dan mungkin siap menjalani kehidupannya dengan cara semacam itu.
Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena ia telah terbiasa melakukannya dan ia telah mengubah kebiasaan-kebiasaan lama dengan kebiasaan baru.
Apa yang terjadi di bulan Ramadhan ini merupakan pelajaran penting dari Tuhan yang mengajarkan kepada kita bahwa mengubah kebiasaan adalah sesuatu yang mudah dan dapat dilakuka n oleh setiap manusia.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kehidupan kita diatur oleh berbagai macam kebiasaan. Diantara kebiasaan itu ada yang bermanfaat ada pula yang tidak bermanfaat. Tentunya kita diharapkan dapat memperkuat kebiasaan yang bermanfaat dan dapat menjauhkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat atau membahayakan
3. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN KEBIASAAN
Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa kita lakukan, kebiasaan dapat berupa sesuatu yang diindera, seperti pergi ke tempat tertentu, makan makanan tertentu. Tetapi juga dapat berupa sikap atau perasan: misalnya menghormati orang lain, memuliakan tamu, memberikan senyuman, jujur, tidak bergunjing dll.
Para psikolog menjelaskan bahwa kebiasaan terdiri dari 3 unsur yang saling berkaitan erat:
Pengetahuan, yaitu pengetahuan yang bersifat teoritis mengenai sesuatu yang ingin dikerjakan;
Keinginan, yaitu adanya motivasi atau kecenderungan untuk melakukan sesuatu;
Keahlian, maksudnya kemampuan untuk melakukannya.
Jika ketiga unsur itu bertemu didalam perbuatan, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Akan tetapi jika kurang salah satunya, maka perbuatan itu tidak dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Contoh membaca (bisa membaca, mengetahui pentingnya membaca dan ada motivasi atau keinginan untuk membaca).
4. MEMBANGUN KEBIASAAN YANG BERMANFAAT DAN MENGHINDARI KEBIASAAN YANG TIDAK BERMANFAAT
Kita dapat membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang bermanfaat dengan cara, berusaha mencari pengetahuan tentang sesuatu yang akan kita lakukan, melatih diri sehingga kita mampu melakukannya dan diteruskan dengan upaya membangkitkan motivasi atau keinginan melakukannya.
JIka ingin menghindarkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat, harus diperhatikan dua unsur yaitu pengetahuan dan keinginan. Kita harus menambah pengetahuan mengenai dampak negatifnya setelah itu dilanjutkan dengan memperhatikan unsur keinginan.
Mulailah dengan mengubah faktor-faktor pendorong dan kecenderungan yang mengarah kepada kebiasaan negatif.
Kebiasaan yang ada dalam kehidupan kita terbentuk dan dibangun dalam waktu yang lama sehingga kita merasa mudah untuk melakukan dan mengulanginya bahkan dalam melakukannya terkadang kita tidak lagi perlu berfikir panjang.
Karena itu dalam membentuk kebiasaan baru merupakan pekerjaan yang memerlukan kesungguhan, pengorbanan dan konsentrasi, sebagaimana meninggalkan kebiasaan lama juga membutuhkan adanya keseriusan.
Allah berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (ar Ra’d 11)
Jadi langkah pertama yang harus dilakukan, manusia harus kembali kepada dirinya sendiri guna menganilisis kebiasan-kebiasaan yang dimilikinya, baik yang berkaitan dengan dirinya maupun berkaitan dengan masyarakat. Jika ia menemukan perilaku yang menyimpang. Maka ia harus melakukan perubahan ke dalam dirinya secepat mungkin.
Dengan demikian Perubahan dalam kehidupan manusia baik berkaitan dengan dirinya maupun dengan masyarakat akan datang dari dalam diri manusia sendiri.
5. TIGA UNSUR UTAMA KESUKSESAN
Kesuksesan seseorang baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya sangat tergantung pada tiga aspek utama yang terdapat di dalam kepribadiannya.
P. Pandangan Hidup
H. Hubungan Antar Manusia.
K. Keahlian
Pandangan hidup;
Pandangan hidup atau visi erkait dengan daya rasa manusia terhadap hidupnya serta terkait dengan kemampuannya untuk memindahkan rasa tersebut ke wilayah praktek. Apa tujuan-tujuan besar yang hendak dicapainya? Standar moral apa yang digunakannya untuk mencapai tujuan tersebut?
Hubungan Antar Manusia
Apakah ia bers ifat terbuka, luwes ataukan selalu berhati-hati; apakah ia memiliki sifat toleran dan pandai bergaul atau ia seorang yang sulit berinteraksi dengan orang lain dan tidak penyabar?
Keahlian, berhubungan dengan, mekanisme dan pengetahuan tertentu. Keahlian apa yang dimiliknya, bidang apa yang dikuasainya, profesi apa yang ditekuninya.
Dari aspek Pandangan Hidup lahir empat macam kebiasaan:
1. Berusaha mencapai keunggulan;
2. Menentukan tujuan;
3. Membuat rencana;
4. Menyusun prioritas
Dari aspek Hubungan dengan sesama manusia muncul beberapa kebiasaan
1. Keahlian berkomunikasi;
2. Berfikir positif;
3. Keseimbangan/moderat.
Dari aspek Keahlian, melahirkan 3 macam kebiasaan:
1. Konsentrasi (fokus)
2. Manajemen Waktu;
3. Berjuang melawan Diri Sendiri;
Pada hakekatnya, ketiga aspek utama tersebut terdapat dalam diri setiap orang, tetapi terkadang ada perbedaan kadar untuk masing-masing aspek yang dimiliki. Terkadang seseorang memiliki kadar kepandaian yang luar biasa dalam berinteraksi dengan manusia, tetapi ia mengeluh aspek pandangan hidupnya yang tidak kuat atau ia tidak memiliki keahlian yang tinggi yang dibutuhkan guna mencapai kesuksesan di dalam pekerjaannya.
Adapula orang yang memiliki tingkat keahlian yang tinggi dan pengetahuan tertentu yang berkaitan dengan profesinya, tetapi ia tidak pandai berinteraksi dengan sesama manusia serta memiliki pandangan yang lemah.
Keseimbangan antara ketiga aspek tersebut merupakan sesuatu yang harus ada jika kita ingin membangun kepribadian yang sempurna.
Dengan demikian 10 Kebiasaan agar manusia dapat menjadi sukses adalah
a. Berusaha mencapai keunggulan;
b. Tentukan Tujuan;
c. Buat Rencana;
d. Susun Prioritas
e. Konsentrasi (fokus)
f. Manajemen Waktu;
g. Berjuang melawan Diri Sendiri;
h. Pandai berkomunikasi;
i. Berfikir positif
j. Moderat.
A. BERUSAHA MENCAPAI KEUNGGULAN
Kebiasaan ini merupakan salah satu yang terpenting dari sepuluh kebiasaan manusia sukses. Berusaha mencapai keunggulan adalah berusaha dengan tekun dan terus menerus guna mencapai keunggulan di dalam hidup.
Hal ini mengandung pengertian selalu berusaha untuk menjaga perkembangan diri, dengan meningkatkan kualitas keimanan, ahlak, hubungan dengan manusia dan memanfaatkannya untuk mewujudkan misi hidupnya.
Kebiasaan berusaha mencapai keunggulan dalam hidup terdiri atas 3 Aspek Penting:
Pertama: Selalu Berusaha Untuk Meningkatkan Keimanan;
Iman merupakan faktor yang sangat menentukan. Faktor ini diperoleh dengan menjalin hubungan dengan Allah SWT secara terus menerus. Jika kita memiliki hubungan kuat dengan Allah SWT dan tingkat keimanan tinggi maka kita dapat mewujudkan misi hidup kita secara efektif. Keimanan sesorang dapat bertambah atau berkurang. Ia akan bertambah dengan ketaatan serta ibadah serta akan berkurang dengan kelalaian dan kealpaan.
Kebiasaan berusaha untuk mencari Keunggulan ini dapat menyebabkan seseorang memperoleh kebaikan dan hidayah yang lebih daripada hari sebelumnya. Allah telah mengisyaratkan hasil yang akan diperoleh seseorang jika ia berusaha untuk mencapai keunggulan keimanan ini.
Orang orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami (al – Ankabut 69)
Perumpamaan nafkah orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas karunia Nya lagi Maha Mengetahui (al Baqarah 261)
Hadis Kudsi:
“Barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, Barang s iapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, Barang siapa datang kepadaKu dengan berjalan kaki, maka Aku akan mendatanginya dengan segera. Barang siapa menyebut Ku dalam sekelompok orang, maka Aku akan menyebutnya dalam kelompok orang yang lebih baik dari kelompok mereka.”
Hambaku selalu mendekat kepada Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, menjadi kakinya yang dia dia gunakan untuk berjalan, menjadi tangannya yang dia gunakan untuk menangkap. Jika ia minta kepada Ku, maka Aku akan memberinya, dan jika dia meminta perlindungan kepada Ku maka Aku akan melindunginya.”
Pada dasarnya perjalanan hidup seseorang manusia sangat terkait dengan aspek keimanan ini. Jika kehidupan manusia tidak dibangun di atas aspek ini maka kehidupannya tidak akan berarti.
Allah menggambarkan kondisi orang-orang yang tidak memenuhi kehidupannya dengan aspek keimanan dalam firmanNya:
Katakanlah: apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak akan mengadakan penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat (al Khafi 103-105)
Sejalan dengan ini YM Abu dalam salah satu makalahnya (Menjadi Lebih Bahagia Dengan Menjalankan Ajaran Islam) menyatakan bahwa: “…Harapan kita sebenarnya hanya satu, yatu: marilah kita berlomba lomba untuk mencintai Tuhan di atas segala-galanya. Mencintai Tuhan berarti mencintai semua ketetapannya dan ketentuan Tuhan. Lebih kongkrit lagi, mencintai Tuhan harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah Rasul Nya. Sebab dalam Al Qur’an Allah Berfirman: “katakanlah (kepada mereka hai Muhammad): Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu.”
Kedua: Selalu berusaha untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan dalam bidang tertentu, produktifitas, optimalisasi dan efektifitas dalam pekerjaan atau profesi kita.
Seorang manusia yang tidak mau berusaha untuk mencapai keunggulan dalam pekerjaannya, tidak mengubah etos kerja dan produktifitasnya dan tidak mau berusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya, ia akan tetap berada pada posisi tertentu, tidak akan mengalami kenaikan jabatan, tidak dapat meningkatkan penghasilannya. Sebaliknya seseorang yang memiliki jiwa luwes, gesit dan selalu berusaha untuk memperoleh yang lebih baik, maka ia akan selalu belajar, berusaha menyempurnakan pekerjaan dan meraih prestasi, selalu mencari peluang dan memperkuat faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktifitasnya.
Ketiga: berusaha untuk meningkatkan hubungan positif dengan orang lain
Aspek ini merupakan permasalahan penting di dalam kehidupan manusia. Jika hubungan antara sesama manusia kita positif dan menyenangkan, maka kehidupan kita akan menjadi lebih produktif dan menyenangkan.
Tidaklah heran jika hubungan dengan sesama manusia itu merupakan hal terpenting dalam agama Islam, bahkan merupakan substansi dari agama. Juga tidaklah heran jika ahlak yang mulia dalam berinteraksi dengan orang lain merupakan satu sifat yang dapat menyebabkan seseorang manusia akan mendapatkan kedudukan yang tinggi, yaitu bersama dengan orang-orang yang jujur dan dekat dengan Rasulullah. Hadist: Orang yang paling dekat tempat duduknya diantara kalian dengan tempat dudukku di hari kiamat adalah orang yang paling baik ahlaknya. (Riwayat Tarmidzi)
YM Abu (dalam Makalahnya, “Berlomba-lomba menyempurnaka n Keislaman Kita”) mensitir Fatwa YM Ayahanda Guru yang berbunyi ”..Kalau perilaku tidak dipelihara, ia akan menghancurkan, memporakporandakan, membawa kita kepada neraka dan hambluminannas akan hancur, yang akan merusak pula habluminallah, karena hablumminallah dan habluminnas berpengaruh satu sama lain timbal balik…”
Suatu pekerjaan dapat diganti dengan pekerjaan lain tetapi keluarga dan kerabat tidak dapat diganti. Dalam kaitan dengan usaha untuk mencapai keunggulan dalam aspek hubungan dengan sesama manusia ini, ada sebuah Hadist yang menyatakan “ Bergaulah dengan manusia dengan cara yang kamu harapkan, mereka juga menggunakannya ketika bergaul dengan kamu”
Selanjutnya YM Abu menyatakan: “…sejak dahulu Ayah telah berkata dan berfatwa: jagalah selalu mulutmu, jangan berbicara yang lain selain daripada mengaggungkan dzikrullah atau memuji Allah SWT, memuliakan Rasulullah dan sega guru-guru kita, dan jika berjata, katakanlah yang bermanfaat, yang kreatif, jangan utarakan syakwasangka, gunjuing, irihati dendam kesumat, jangan lepaskan mulut engkau begitu saja yang akan menggores tajam dan melukai saudaramu kesana kemari, menikam kesana kemari dan akhirnya merusak masyarakatmu sendiri.”
Kebiasaan berusaha mencapai keunggulan beserta ketiga aspeknya merupakan kebiasaan yang paling penting menuju pribadi yang sukses. Jika kita berusaha membentuk, melakukan dan melatihnya maka kehidupan kita akan berputar 180 derajat dan dapat kita wujudkan kebahagiaan dan kesuksesan yang diharapkan.
Kebahagiaan menurut orang bijak memiliki tiga sumber yang ada di dalam kehidupan manusia yaitu : Ridha Allah (berusaha mencapai kenggulan dalam aspek Iman); Melakukan pekerjaan secara sempurna dan Menyelesaikan segala urusan satu persatu; Membantu orang lain dengan cara menjaga etika dalam bergaul, berbuat baik kepadanya, mengorbankan sebagian waktu, usaha dan harta untuk kepentingannya
B. TENTUKAN TUJUAN
Macam Tujuan dilihat dari sumbernya: Tujuan Ketuhanan, Tujuan Sosial dan Tujuan Individual
Tujuan ketuhanan ditentukan Allah SWT dengan maksud mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tujuan Sosial merupakan penerapan dari tujuan pertama yang ditentukan oleh tuntutan zaman dan Tujuan Individual adalah yujuan yang ditentukan seseorang untuk dirinya sendiri.
C. SUSUN PRIORITAS
Yang dimaksud dengan menyusun prioritas adalah menyusun sejumlah tujuan, tugas dan pekerjaan, dimulai dari yang paling penting sehingga akan dapat diwujudkan tujuan-tujuan itu dalam waktu yang diberikan kepadanya. Waktu merupakan materi yang sangat mahal.
Kebiasaan menyusun prioritas harus dilakukan setiap hari. Ada dua macam prioritas :
1. prioritas pertama adalah prioritas yang bersifat tetap yaitu yang berkaitan dengan aspek ibadah.
2. prioritas kedua adalah prioritas yang bersifat tidak tetap yang dapat berubah yang berkaitan dengan pekerjaan dan sosial.
D. BUAT RENCANA
Secara singkat yang dimaksud dengan membuat rencana adalah meletakkan tujuan-tujuan kita dalam sebuah program kerja yang dapat dilaksanakan serta menentukan langkah-langkah yang dapat membantu menentukan tujuan.
.
Menyusun rencana menjadikan kita siap untuk menentukan langkah selanjutnya
E. KONSENTRASI
Konsentrasi adalah memusatkan perhatian pada tugas, tanggung jawab atau pekerjaan yang ada di hadapan serta berusaha melaksanakannya terus menerus sehingga benar-benar sampai pada tingkatan terakhir.
Hambatan yang dapat menggangu konsentrasi diantaranya tidak adanya motivasi atau dorongan tidak adanya keahlian yang dibutuhkan; rendahnya tingkat kesabaran. Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang muslim untuk bersabar dan menguatkan kesabaranya.
F. MANAJEMEN WAKTU
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasiha t menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran (al-Ashr : 1-3)
Dua nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang. Waktu berjalan dengan cepat seperti berjalannya awan. Kita tidak dapat berbuat apa-apa selain memanfaatkan dan memfungsikannya dengan baik atau membiarkannya berlalu begitu saja.
Bagaimana menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan waktu terbuang.
1. Pelajari tujuan-tujuan, rencana dan prioritas.
2. Letakkanlah tujuan-tujuan pada sebuah rencana periodik;
3. Buatkanlah daftar pekerjaan (kegiatan) yang akan dilakukan setiap hari;
4. Tutuplah semua jalan (hal) yang dapat memalingkan anda;
5. Manfaatkanlah waktu-waktu yang ada (tersisa)
6. Janganlah anda selalu berpasrah pada hal-hal yang bersifat mendesak.
G. BERJUANG MELAWAN DIRI SENDIRI
“ Orang yang sukses adalah orang yang mengarahkan keinginannya, dan bukan orang yang menjadi budak keinginannya” (Perkataan orang bijak)
“Orang yang dapat mengalahkan nafsunya lebih hebat daripada orang yang dapat menaklukkan sebuah kota” (ungkapan India)
Berjuang melawan diri sendiri adalah berusaha secara terus menerus untuk mengalahkan, menaklukkan, mengendalikan dan membiasakan diri untuk menghadapi sejumlah tanggung jawab, berpegang teguh pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai serta sabar dalam menghadapi kewajiban-kewajiban yang ada. Kebiasaan ini membutuhkan adanya proses pendidikan dan usaha yang sungguh-sungguh karena sifat manusia tidak hanya cenderung kepada sifat malas saja, tetapi juga selalu memerintahkan kepada kejahatan. Firman Allah SWT “ Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan” (S. Yusuf:53)
Bagaimana berjuang melawan diri sendiri :
1. Jadilah orang yang efektif dalam manajemen konflik dengan musuh utama anda (musuh utama manusia adalah setan).
2. Jadilah orang yang mampu mengatur konflik antara diri anda dengan musuh kedua anda dengan baik. (musuh kedua adalah diri anda sendiri).
3. Mendidik Jiwa : diantara cara-caranya diantaranya adalah Muraqabah(kontrol diri), Mujahadah (bersungguh-sungguh), Muhasabah (Introspeksi diri) dan taubat
H. KEPIAWAIAN BERKOMUNIKASI
Seorang Profesor Amerika, Thomas Harrel (1986) di Universitas Stnaford menyebutkan adanya keterkaitan antara sukses dalam kerja dengan proses komunikasi dalam kehidupan manusia. Kajian ini menemukan bahwa diantara standar kesuksesan terpenting adalah sifat terbuka dan inklusif dalam masyarakat. Hal ini ditentukan oleh tiga faktor :
1. pribadi yang terbuka dan fleksibel;
2. pribadi yang suka berbicara kepada orang lain, senang bekerja sama dengan mereka dan meyakinkan mereka;
3. pribadi yang suka kepemimpinan dan pengaruh atas orang lain;
Kajian ini menunjukkan Kesuksesan Hidup hanya sebagian kecil bergantung kepada keahlian kerja atau profesi yang dikuasainya yaitu sekitar 15 % sedangkan bagian besar 85 % bergantung pada keahlian berkomunikasi.
Sifat-sifat dan akhlak berikut merupakan dasar yang tepat dalam mebangun keahlian komunikasi :
1. bekerja demi mewujudkan cita-cita yang tinggi dan besar dalam kehidupan;
2. memberikan perhatian terhadap urusan umum dan tidak terfokus ada urusan pribadi saja;
3. kredibilitas yang tinggi;
4. bijak, hati-hati dan terbuka pada orang lain;
5. sabar dan mampu menampung orang lain;
6. menjadi teladan;
7. berani dan berkepribadian kuat;
8. semangat dan hangat pada orang lain;
9. mengahrgai dan memperhatikan urusan orang lain;
10. bertindak normal, wajar dalam berkata dan bekerja;
IX. BERFIKIR POSITIF
Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak mengahdapi berbagai kejadian yang mungkin negative atau kurang mengenakkan. Berfikir positif adalah mencari hal-hal positif dan baik dari peristiwa yang kita alami dan melupakan ha l yang negatif.
Berfikir positif sangat penting di dalam kehidupan manusia karena dengan berfikir positif anda dapat mengubah hal-hal yang sulit menjadi produktif dan bermanfaat, serta menggunakannya untuk mewujudkan tujuan-tujuan anda dalam hidup ini. Sebaliknya dengan berfikir negatif akan membawa anda kepada kemurungan, kesedihan dan frustasi.
Contoh: Gelas yang setengahnya terisi dan setengahnya kosong
Orang yang berfikir positif: akan menjawab setengahnya penuh
Orang yang berfikir negative: akan menjawab setengahnya kosong
Ini adalah konsep simbolis tentang cara panda manusia terhadap sesuatu. Sebagian memandang dengan pandangan optimis sedangkan sebagian yang lain melihat denan pandangan pesimis.
Ditulis oleh Rahman Moenggah, SH, LLM
Kebahagiaan dan kesuksesan adalah suatu keadaan yang selalu dicari dan menjadi dambaan setiap mahluk di muka bumi yang bernama manusia. Dalam pencarian itu dapat dikatakan setiap gerak, usaha dan langkah diupayakan. Seluruh waktu dicurahkan bahkan tidak jarang jiwa dan raga sekalipun dikorbankannya untuk mendapatkannya. Hanya sayang sekali, sejarah juga menunjukkan bahwa tidak semua manusia mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Banyak anak manusia yang tersesat di jalan, gagal bahkan tidak sedikit terperosok ke dalam lubang kehancuran.
Apa sebenarnya kesuksesan dan kebahahagiaan itu? Selama ini kesuksesan itu lebih banyak dilihat sebagai suatu keadaan atau konsep saja, padahal sebenarnya kesuksesan itu adalah sebuah proses perjalanan dari pengalaman dan keahlian seorang anak manusia.
Kesuksesan adalah sejumlah kebiasaan yang harus dilakukan dengan baik, sabar serta dibutuhkan waktu dan pengorbanan. Karena kebiasaan dan penerapannya itulah yang akan menentukan keberhasilan seseorang, baik dalam kaitannya dengan status sosial, kedudukan, maupun keahliannya dalam melakukan tugas.
Bagaimana sisi kesuksesan dipandang dari Islam? Bagaimana kita mencapainya?
1. TUJUAN HIDUP MANUSIA
Sebelum menjawab mengenai kesuksesan marilah kita lihat dahulu apa tujuan hidup manusia dengan merujuk kepada tujuan Allah telah menciptakan manusia sebagaimana dijelaskan dalam firmannya:
Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (adz Dzariyat 56)
Kesuksesan yang hendak kita raih di dalam kehidupan baik di dunia maupun akhirat bersandar kepada apa yang menjadi tugas utama kita sebagai manusia yaitu mengabdi kepada Allah. Kemudian Allah memberikan kebebasan yang sempurna tetapi dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh syariat dengan tujuan untuk memakmurkan bumi dan mewujudkan hasil-hasil yang didapat sebagaimana dijelaskan di dalam firmanNya:
Ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada Malaikat, sesungguhnya Aku akan jadikan di muka bumi ini seorang khalifah (Al Baqarah ayat 30).
Jadi kebahagiaan dan kesuksesan akan datang dalam konteks pengabdian yang sebenarnya kepada Allah Swt dan pemakmuran bumi yang dilakukan dengan cara membangun peradaban manusia yang benar.
2. KEBIASAAN DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Dengan berdasarkan pendapat bahwa kesuksesan adalah suatu proses yang dibangun dari kebiasaan, ternyata dalam kehidupan manusia, kebiasaan memiliki pengaruh yang besar. Setiap orang dari kita digerakkan oleh kebiasaan. Ibarat pepatah tanamlah suatu perbuatan dan tuailah suatu kebiasaan; tanamlah suatu kebiasaan dan tuailah suatu perilaku; tanamlah suatu perilalaku tuailah suatu keberuntungan.
Contohnya: bila datang bulan Ramadhan, kehidupan seorang muslim mengalami perubahan baik dari kebiasaan makan, tidur maupun kebiasaan shalatnya. Bulan Ramadhan hanya datang sekali dalam satu tahun. Dalam bulan-bulan biasa, setiap muslim terbiasa dengan kehidupan yang rutin khususnya kebiasaan makan minum dan shalat. Tetapi begitu datang bulan Ramadhan, kebiasaan kebiasaan tersebut harus diubah dan diganti dengan kebiasaan baru.
Tetapi setelah berlalunya hari pertama, kita mulai biasa melakukan shalat malam dan rutinitas keseharian kita juga berubah. Kitapun dapat merasakan kemudahan dan tidak lagi merasa berat untuk melakukan rutinitas di bulan Ramadhan. Ketika akhir bulan Ramadhan pun kita kita sudah terbiasa dengan shaum dan tidak lagi merasa berat menjalani puasa dan mungkin siap menjalani kehidupannya dengan cara semacam itu.
Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena ia telah terbiasa melakukannya dan ia telah mengubah kebiasaan-kebiasaan lama dengan kebiasaan baru.
Apa yang terjadi di bulan Ramadhan ini merupakan pelajaran penting dari Tuhan yang mengajarkan kepada kita bahwa mengubah kebiasaan adalah sesuatu yang mudah dan dapat dilakuka n oleh setiap manusia.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kehidupan kita diatur oleh berbagai macam kebiasaan. Diantara kebiasaan itu ada yang bermanfaat ada pula yang tidak bermanfaat. Tentunya kita diharapkan dapat memperkuat kebiasaan yang bermanfaat dan dapat menjauhkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat atau membahayakan
3. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN KEBIASAAN
Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa kita lakukan, kebiasaan dapat berupa sesuatu yang diindera, seperti pergi ke tempat tertentu, makan makanan tertentu. Tetapi juga dapat berupa sikap atau perasan: misalnya menghormati orang lain, memuliakan tamu, memberikan senyuman, jujur, tidak bergunjing dll.
Para psikolog menjelaskan bahwa kebiasaan terdiri dari 3 unsur yang saling berkaitan erat:
Pengetahuan, yaitu pengetahuan yang bersifat teoritis mengenai sesuatu yang ingin dikerjakan;
Keinginan, yaitu adanya motivasi atau kecenderungan untuk melakukan sesuatu;
Keahlian, maksudnya kemampuan untuk melakukannya.
Jika ketiga unsur itu bertemu didalam perbuatan, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Akan tetapi jika kurang salah satunya, maka perbuatan itu tidak dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Contoh membaca (bisa membaca, mengetahui pentingnya membaca dan ada motivasi atau keinginan untuk membaca).
4. MEMBANGUN KEBIASAAN YANG BERMANFAAT DAN MENGHINDARI KEBIASAAN YANG TIDAK BERMANFAAT
Kita dapat membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang bermanfaat dengan cara, berusaha mencari pengetahuan tentang sesuatu yang akan kita lakukan, melatih diri sehingga kita mampu melakukannya dan diteruskan dengan upaya membangkitkan motivasi atau keinginan melakukannya.
JIka ingin menghindarkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat, harus diperhatikan dua unsur yaitu pengetahuan dan keinginan. Kita harus menambah pengetahuan mengenai dampak negatifnya setelah itu dilanjutkan dengan memperhatikan unsur keinginan.
Mulailah dengan mengubah faktor-faktor pendorong dan kecenderungan yang mengarah kepada kebiasaan negatif.
Kebiasaan yang ada dalam kehidupan kita terbentuk dan dibangun dalam waktu yang lama sehingga kita merasa mudah untuk melakukan dan mengulanginya bahkan dalam melakukannya terkadang kita tidak lagi perlu berfikir panjang.
Karena itu dalam membentuk kebiasaan baru merupakan pekerjaan yang memerlukan kesungguhan, pengorbanan dan konsentrasi, sebagaimana meninggalkan kebiasaan lama juga membutuhkan adanya keseriusan.
Allah berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (ar Ra’d 11)
Jadi langkah pertama yang harus dilakukan, manusia harus kembali kepada dirinya sendiri guna menganilisis kebiasan-kebiasaan yang dimilikinya, baik yang berkaitan dengan dirinya maupun berkaitan dengan masyarakat. Jika ia menemukan perilaku yang menyimpang. Maka ia harus melakukan perubahan ke dalam dirinya secepat mungkin.
Dengan demikian Perubahan dalam kehidupan manusia baik berkaitan dengan dirinya maupun dengan masyarakat akan datang dari dalam diri manusia sendiri.
5. TIGA UNSUR UTAMA KESUKSESAN
Kesuksesan seseorang baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya sangat tergantung pada tiga aspek utama yang terdapat di dalam kepribadiannya.
P. Pandangan Hidup
H. Hubungan Antar Manusia.
K. Keahlian
Pandangan hidup;
Pandangan hidup atau visi erkait dengan daya rasa manusia terhadap hidupnya serta terkait dengan kemampuannya untuk memindahkan rasa tersebut ke wilayah praktek. Apa tujuan-tujuan besar yang hendak dicapainya? Standar moral apa yang digunakannya untuk mencapai tujuan tersebut?
Hubungan Antar Manusia
Apakah ia bers ifat terbuka, luwes ataukan selalu berhati-hati; apakah ia memiliki sifat toleran dan pandai bergaul atau ia seorang yang sulit berinteraksi dengan orang lain dan tidak penyabar?
Keahlian, berhubungan dengan, mekanisme dan pengetahuan tertentu. Keahlian apa yang dimiliknya, bidang apa yang dikuasainya, profesi apa yang ditekuninya.
Dari aspek Pandangan Hidup lahir empat macam kebiasaan:
1. Berusaha mencapai keunggulan;
2. Menentukan tujuan;
3. Membuat rencana;
4. Menyusun prioritas
Dari aspek Hubungan dengan sesama manusia muncul beberapa kebiasaan
1. Keahlian berkomunikasi;
2. Berfikir positif;
3. Keseimbangan/moderat.
Dari aspek Keahlian, melahirkan 3 macam kebiasaan:
1. Konsentrasi (fokus)
2. Manajemen Waktu;
3. Berjuang melawan Diri Sendiri;
Pada hakekatnya, ketiga aspek utama tersebut terdapat dalam diri setiap orang, tetapi terkadang ada perbedaan kadar untuk masing-masing aspek yang dimiliki. Terkadang seseorang memiliki kadar kepandaian yang luar biasa dalam berinteraksi dengan manusia, tetapi ia mengeluh aspek pandangan hidupnya yang tidak kuat atau ia tidak memiliki keahlian yang tinggi yang dibutuhkan guna mencapai kesuksesan di dalam pekerjaannya.
Adapula orang yang memiliki tingkat keahlian yang tinggi dan pengetahuan tertentu yang berkaitan dengan profesinya, tetapi ia tidak pandai berinteraksi dengan sesama manusia serta memiliki pandangan yang lemah.
Keseimbangan antara ketiga aspek tersebut merupakan sesuatu yang harus ada jika kita ingin membangun kepribadian yang sempurna.
Dengan demikian 10 Kebiasaan agar manusia dapat menjadi sukses adalah
a. Berusaha mencapai keunggulan;
b. Tentukan Tujuan;
c. Buat Rencana;
d. Susun Prioritas
e. Konsentrasi (fokus)
f. Manajemen Waktu;
g. Berjuang melawan Diri Sendiri;
h. Pandai berkomunikasi;
i. Berfikir positif
j. Moderat.
A. BERUSAHA MENCAPAI KEUNGGULAN
Kebiasaan ini merupakan salah satu yang terpenting dari sepuluh kebiasaan manusia sukses. Berusaha mencapai keunggulan adalah berusaha dengan tekun dan terus menerus guna mencapai keunggulan di dalam hidup.
Hal ini mengandung pengertian selalu berusaha untuk menjaga perkembangan diri, dengan meningkatkan kualitas keimanan, ahlak, hubungan dengan manusia dan memanfaatkannya untuk mewujudkan misi hidupnya.
Kebiasaan berusaha mencapai keunggulan dalam hidup terdiri atas 3 Aspek Penting:
Pertama: Selalu Berusaha Untuk Meningkatkan Keimanan;
Iman merupakan faktor yang sangat menentukan. Faktor ini diperoleh dengan menjalin hubungan dengan Allah SWT secara terus menerus. Jika kita memiliki hubungan kuat dengan Allah SWT dan tingkat keimanan tinggi maka kita dapat mewujudkan misi hidup kita secara efektif. Keimanan sesorang dapat bertambah atau berkurang. Ia akan bertambah dengan ketaatan serta ibadah serta akan berkurang dengan kelalaian dan kealpaan.
Kebiasaan berusaha untuk mencari Keunggulan ini dapat menyebabkan seseorang memperoleh kebaikan dan hidayah yang lebih daripada hari sebelumnya. Allah telah mengisyaratkan hasil yang akan diperoleh seseorang jika ia berusaha untuk mencapai keunggulan keimanan ini.
Orang orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami (al – Ankabut 69)
Perumpamaan nafkah orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas karunia Nya lagi Maha Mengetahui (al Baqarah 261)
Hadis Kudsi:
“Barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, Barang s iapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, Barang siapa datang kepadaKu dengan berjalan kaki, maka Aku akan mendatanginya dengan segera. Barang siapa menyebut Ku dalam sekelompok orang, maka Aku akan menyebutnya dalam kelompok orang yang lebih baik dari kelompok mereka.”
Hambaku selalu mendekat kepada Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, menjadi kakinya yang dia dia gunakan untuk berjalan, menjadi tangannya yang dia gunakan untuk menangkap. Jika ia minta kepada Ku, maka Aku akan memberinya, dan jika dia meminta perlindungan kepada Ku maka Aku akan melindunginya.”
Pada dasarnya perjalanan hidup seseorang manusia sangat terkait dengan aspek keimanan ini. Jika kehidupan manusia tidak dibangun di atas aspek ini maka kehidupannya tidak akan berarti.
Allah menggambarkan kondisi orang-orang yang tidak memenuhi kehidupannya dengan aspek keimanan dalam firmanNya:
Katakanlah: apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak akan mengadakan penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat (al Khafi 103-105)
Sejalan dengan ini YM Abu dalam salah satu makalahnya (Menjadi Lebih Bahagia Dengan Menjalankan Ajaran Islam) menyatakan bahwa: “…Harapan kita sebenarnya hanya satu, yatu: marilah kita berlomba lomba untuk mencintai Tuhan di atas segala-galanya. Mencintai Tuhan berarti mencintai semua ketetapannya dan ketentuan Tuhan. Lebih kongkrit lagi, mencintai Tuhan harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah Rasul Nya. Sebab dalam Al Qur’an Allah Berfirman: “katakanlah (kepada mereka hai Muhammad): Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu.”
Kedua: Selalu berusaha untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan dalam bidang tertentu, produktifitas, optimalisasi dan efektifitas dalam pekerjaan atau profesi kita.
Seorang manusia yang tidak mau berusaha untuk mencapai keunggulan dalam pekerjaannya, tidak mengubah etos kerja dan produktifitasnya dan tidak mau berusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya, ia akan tetap berada pada posisi tertentu, tidak akan mengalami kenaikan jabatan, tidak dapat meningkatkan penghasilannya. Sebaliknya seseorang yang memiliki jiwa luwes, gesit dan selalu berusaha untuk memperoleh yang lebih baik, maka ia akan selalu belajar, berusaha menyempurnakan pekerjaan dan meraih prestasi, selalu mencari peluang dan memperkuat faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktifitasnya.
Ketiga: berusaha untuk meningkatkan hubungan positif dengan orang lain
Aspek ini merupakan permasalahan penting di dalam kehidupan manusia. Jika hubungan antara sesama manusia kita positif dan menyenangkan, maka kehidupan kita akan menjadi lebih produktif dan menyenangkan.
Tidaklah heran jika hubungan dengan sesama manusia itu merupakan hal terpenting dalam agama Islam, bahkan merupakan substansi dari agama. Juga tidaklah heran jika ahlak yang mulia dalam berinteraksi dengan orang lain merupakan satu sifat yang dapat menyebabkan seseorang manusia akan mendapatkan kedudukan yang tinggi, yaitu bersama dengan orang-orang yang jujur dan dekat dengan Rasulullah. Hadist: Orang yang paling dekat tempat duduknya diantara kalian dengan tempat dudukku di hari kiamat adalah orang yang paling baik ahlaknya. (Riwayat Tarmidzi)
YM Abu (dalam Makalahnya, “Berlomba-lomba menyempurnaka n Keislaman Kita”) mensitir Fatwa YM Ayahanda Guru yang berbunyi ”..Kalau perilaku tidak dipelihara, ia akan menghancurkan, memporakporandakan, membawa kita kepada neraka dan hambluminannas akan hancur, yang akan merusak pula habluminallah, karena hablumminallah dan habluminnas berpengaruh satu sama lain timbal balik…”
Suatu pekerjaan dapat diganti dengan pekerjaan lain tetapi keluarga dan kerabat tidak dapat diganti. Dalam kaitan dengan usaha untuk mencapai keunggulan dalam aspek hubungan dengan sesama manusia ini, ada sebuah Hadist yang menyatakan “ Bergaulah dengan manusia dengan cara yang kamu harapkan, mereka juga menggunakannya ketika bergaul dengan kamu”
Selanjutnya YM Abu menyatakan: “…sejak dahulu Ayah telah berkata dan berfatwa: jagalah selalu mulutmu, jangan berbicara yang lain selain daripada mengaggungkan dzikrullah atau memuji Allah SWT, memuliakan Rasulullah dan sega guru-guru kita, dan jika berjata, katakanlah yang bermanfaat, yang kreatif, jangan utarakan syakwasangka, gunjuing, irihati dendam kesumat, jangan lepaskan mulut engkau begitu saja yang akan menggores tajam dan melukai saudaramu kesana kemari, menikam kesana kemari dan akhirnya merusak masyarakatmu sendiri.”
Kebiasaan berusaha mencapai keunggulan beserta ketiga aspeknya merupakan kebiasaan yang paling penting menuju pribadi yang sukses. Jika kita berusaha membentuk, melakukan dan melatihnya maka kehidupan kita akan berputar 180 derajat dan dapat kita wujudkan kebahagiaan dan kesuksesan yang diharapkan.
Kebahagiaan menurut orang bijak memiliki tiga sumber yang ada di dalam kehidupan manusia yaitu : Ridha Allah (berusaha mencapai kenggulan dalam aspek Iman); Melakukan pekerjaan secara sempurna dan Menyelesaikan segala urusan satu persatu; Membantu orang lain dengan cara menjaga etika dalam bergaul, berbuat baik kepadanya, mengorbankan sebagian waktu, usaha dan harta untuk kepentingannya
B. TENTUKAN TUJUAN
Macam Tujuan dilihat dari sumbernya: Tujuan Ketuhanan, Tujuan Sosial dan Tujuan Individual
Tujuan ketuhanan ditentukan Allah SWT dengan maksud mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tujuan Sosial merupakan penerapan dari tujuan pertama yang ditentukan oleh tuntutan zaman dan Tujuan Individual adalah yujuan yang ditentukan seseorang untuk dirinya sendiri.
C. SUSUN PRIORITAS
Yang dimaksud dengan menyusun prioritas adalah menyusun sejumlah tujuan, tugas dan pekerjaan, dimulai dari yang paling penting sehingga akan dapat diwujudkan tujuan-tujuan itu dalam waktu yang diberikan kepadanya. Waktu merupakan materi yang sangat mahal.
Kebiasaan menyusun prioritas harus dilakukan setiap hari. Ada dua macam prioritas :
1. prioritas pertama adalah prioritas yang bersifat tetap yaitu yang berkaitan dengan aspek ibadah.
2. prioritas kedua adalah prioritas yang bersifat tidak tetap yang dapat berubah yang berkaitan dengan pekerjaan dan sosial.
D. BUAT RENCANA
Secara singkat yang dimaksud dengan membuat rencana adalah meletakkan tujuan-tujuan kita dalam sebuah program kerja yang dapat dilaksanakan serta menentukan langkah-langkah yang dapat membantu menentukan tujuan.
.
Menyusun rencana menjadikan kita siap untuk menentukan langkah selanjutnya
E. KONSENTRASI
Konsentrasi adalah memusatkan perhatian pada tugas, tanggung jawab atau pekerjaan yang ada di hadapan serta berusaha melaksanakannya terus menerus sehingga benar-benar sampai pada tingkatan terakhir.
Hambatan yang dapat menggangu konsentrasi diantaranya tidak adanya motivasi atau dorongan tidak adanya keahlian yang dibutuhkan; rendahnya tingkat kesabaran. Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang muslim untuk bersabar dan menguatkan kesabaranya.
F. MANAJEMEN WAKTU
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasiha t menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran (al-Ashr : 1-3)
Dua nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang. Waktu berjalan dengan cepat seperti berjalannya awan. Kita tidak dapat berbuat apa-apa selain memanfaatkan dan memfungsikannya dengan baik atau membiarkannya berlalu begitu saja.
Bagaimana menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan waktu terbuang.
1. Pelajari tujuan-tujuan, rencana dan prioritas.
2. Letakkanlah tujuan-tujuan pada sebuah rencana periodik;
3. Buatkanlah daftar pekerjaan (kegiatan) yang akan dilakukan setiap hari;
4. Tutuplah semua jalan (hal) yang dapat memalingkan anda;
5. Manfaatkanlah waktu-waktu yang ada (tersisa)
6. Janganlah anda selalu berpasrah pada hal-hal yang bersifat mendesak.
G. BERJUANG MELAWAN DIRI SENDIRI
“ Orang yang sukses adalah orang yang mengarahkan keinginannya, dan bukan orang yang menjadi budak keinginannya” (Perkataan orang bijak)
“Orang yang dapat mengalahkan nafsunya lebih hebat daripada orang yang dapat menaklukkan sebuah kota” (ungkapan India)
Berjuang melawan diri sendiri adalah berusaha secara terus menerus untuk mengalahkan, menaklukkan, mengendalikan dan membiasakan diri untuk menghadapi sejumlah tanggung jawab, berpegang teguh pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai serta sabar dalam menghadapi kewajiban-kewajiban yang ada. Kebiasaan ini membutuhkan adanya proses pendidikan dan usaha yang sungguh-sungguh karena sifat manusia tidak hanya cenderung kepada sifat malas saja, tetapi juga selalu memerintahkan kepada kejahatan. Firman Allah SWT “ Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan” (S. Yusuf:53)
Bagaimana berjuang melawan diri sendiri :
1. Jadilah orang yang efektif dalam manajemen konflik dengan musuh utama anda (musuh utama manusia adalah setan).
2. Jadilah orang yang mampu mengatur konflik antara diri anda dengan musuh kedua anda dengan baik. (musuh kedua adalah diri anda sendiri).
3. Mendidik Jiwa : diantara cara-caranya diantaranya adalah Muraqabah(kontrol diri), Mujahadah (bersungguh-sungguh), Muhasabah (Introspeksi diri) dan taubat
H. KEPIAWAIAN BERKOMUNIKASI
Seorang Profesor Amerika, Thomas Harrel (1986) di Universitas Stnaford menyebutkan adanya keterkaitan antara sukses dalam kerja dengan proses komunikasi dalam kehidupan manusia. Kajian ini menemukan bahwa diantara standar kesuksesan terpenting adalah sifat terbuka dan inklusif dalam masyarakat. Hal ini ditentukan oleh tiga faktor :
1. pribadi yang terbuka dan fleksibel;
2. pribadi yang suka berbicara kepada orang lain, senang bekerja sama dengan mereka dan meyakinkan mereka;
3. pribadi yang suka kepemimpinan dan pengaruh atas orang lain;
Kajian ini menunjukkan Kesuksesan Hidup hanya sebagian kecil bergantung kepada keahlian kerja atau profesi yang dikuasainya yaitu sekitar 15 % sedangkan bagian besar 85 % bergantung pada keahlian berkomunikasi.
Sifat-sifat dan akhlak berikut merupakan dasar yang tepat dalam mebangun keahlian komunikasi :
1. bekerja demi mewujudkan cita-cita yang tinggi dan besar dalam kehidupan;
2. memberikan perhatian terhadap urusan umum dan tidak terfokus ada urusan pribadi saja;
3. kredibilitas yang tinggi;
4. bijak, hati-hati dan terbuka pada orang lain;
5. sabar dan mampu menampung orang lain;
6. menjadi teladan;
7. berani dan berkepribadian kuat;
8. semangat dan hangat pada orang lain;
9. mengahrgai dan memperhatikan urusan orang lain;
10. bertindak normal, wajar dalam berkata dan bekerja;
IX. BERFIKIR POSITIF
Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak mengahdapi berbagai kejadian yang mungkin negative atau kurang mengenakkan. Berfikir positif adalah mencari hal-hal positif dan baik dari peristiwa yang kita alami dan melupakan ha l yang negatif.
Berfikir positif sangat penting di dalam kehidupan manusia karena dengan berfikir positif anda dapat mengubah hal-hal yang sulit menjadi produktif dan bermanfaat, serta menggunakannya untuk mewujudkan tujuan-tujuan anda dalam hidup ini. Sebaliknya dengan berfikir negatif akan membawa anda kepada kemurungan, kesedihan dan frustasi.
Contoh: Gelas yang setengahnya terisi dan setengahnya kosong
Orang yang berfikir positif: akan menjawab setengahnya penuh
Orang yang berfikir negative: akan menjawab setengahnya kosong
Ini adalah konsep simbolis tentang cara panda manusia terhadap sesuatu. Sebagian memandang dengan pandangan optimis sedangkan sebagian yang lain melihat denan pandangan pesimis.
Mengubah Kebiasaan Hidup
Mengubah Kebiasaan Hidup
Ditulis oleh Rahman Moenggah, SH, LLM
Kebahagiaan dan kesuksesan adalah suatu keadaan yang selalu dicari dan menjadi dambaan setiap mahluk di muka bumi yang bernama manusia. Dalam pencarian itu dapat dikatakan setiap gerak, usaha dan langkah diupayakan. Seluruh waktu dicurahkan bahkan tidak jarang jiwa dan raga sekalipun dikorbankannya untuk mendapatkannya. Hanya sayang sekali, sejarah juga menunjukkan bahwa tidak semua manusia mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Banyak anak manusia yang tersesat di jalan, gagal bahkan tidak sedikit terperosok ke dalam lubang kehancuran.
Apa sebenarnya kesuksesan dan kebahahagiaan itu? Selama ini kesuksesan itu lebih banyak dilihat sebagai suatu keadaan atau konsep saja, padahal sebenarnya kesuksesan itu adalah sebuah proses perjalanan dari pengalaman dan keahlian seorang anak manusia.
Kesuksesan adalah sejumlah kebiasaan yang harus dilakukan dengan baik, sabar serta dibutuhkan waktu dan pengorbanan. Karena kebiasaan dan penerapannya itulah yang akan menentukan keberhasilan seseorang, baik dalam kaitannya dengan status sosial, kedudukan, maupun keahliannya dalam melakukan tugas.
Bagaimana sisi kesuksesan dipandang dari Islam? Bagaimana kita mencapainya?
1. TUJUAN HIDUP MANUSIA
Sebelum menjawab mengenai kesuksesan marilah kita lihat dahulu apa tujuan hidup manusia dengan merujuk kepada tujuan Allah telah menciptakan manusia sebagaimana dijelaskan dalam firmannya:
Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (adz Dzariyat 56)
Kesuksesan yang hendak kita raih di dalam kehidupan baik di dunia maupun akhirat bersandar kepada apa yang menjadi tugas utama kita sebagai manusia yaitu mengabdi kepada Allah. Kemudian Allah memberikan kebebasan yang sempurna tetapi dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh syariat dengan tujuan untuk memakmurkan bumi dan mewujudkan hasil-hasil yang didapat sebagaimana dijelaskan di dalam firmanNya:
Ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada Malaikat, sesungguhnya Aku akan jadikan di muka bumi ini seorang khalifah (Al Baqarah ayat 30).
Jadi kebahagiaan dan kesuksesan akan datang dalam konteks pengabdian yang sebenarnya kepada Allah Swt dan pemakmuran bumi yang dilakukan dengan cara membangun peradaban manusia yang benar.
2. KEBIASAAN DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Dengan berdasarkan pendapat bahwa kesuksesan adalah suatu proses yang dibangun dari kebiasaan, ternyata dalam kehidupan manusia, kebiasaan memiliki pengaruh yang besar. Setiap orang dari kita digerakkan oleh kebiasaan. Ibarat pepatah tanamlah suatu perbuatan dan tuailah suatu kebiasaan; tanamlah suatu kebiasaan dan tuailah suatu perilaku; tanamlah suatu perilalaku tuailah suatu keberuntungan.
Contohnya: bila datang bulan Ramadhan, kehidupan seorang muslim mengalami perubahan baik dari kebiasaan makan, tidur maupun kebiasaan shalatnya. Bulan Ramadhan hanya datang sekali dalam satu tahun. Dalam bulan-bulan biasa, setiap muslim terbiasa dengan kehidupan yang rutin khususnya kebiasaan makan minum dan shalat. Tetapi begitu datang bulan Ramadhan, kebiasaan kebiasaan tersebut harus diubah dan diganti dengan kebiasaan baru.
Tetapi setelah berlalunya hari pertama, kita mulai biasa melakukan shalat malam dan rutinitas keseharian kita juga berubah. Kitapun dapat merasakan kemudahan dan tidak lagi merasa berat untuk melakukan rutinitas di bulan Ramadhan. Ketika akhir bulan Ramadhan pun kita kita sudah terbiasa dengan shaum dan tidak lagi merasa berat menjalani puasa dan mungkin siap menjalani kehidupannya dengan cara semacam itu.
Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena ia telah terbiasa melakukannya dan ia telah mengubah kebiasaan-kebiasaan lama dengan kebiasaan baru.
Apa yang terjadi di bulan Ramadhan ini merupakan pelajaran penting dari Tuhan yang mengajarkan kepada kita bahwa mengubah kebiasaan adalah sesuatu yang mudah dan dapat dilakuka n oleh setiap manusia.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kehidupan kita diatur oleh berbagai macam kebiasaan. Diantara kebiasaan itu ada yang bermanfaat ada pula yang tidak bermanfaat. Tentunya kita diharapkan dapat memperkuat kebiasaan yang bermanfaat dan dapat menjauhkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat atau membahayakan
3. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN KEBIASAAN
Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa kita lakukan, kebiasaan dapat berupa sesuatu yang diindera, seperti pergi ke tempat tertentu, makan makanan tertentu. Tetapi juga dapat berupa sikap atau perasan: misalnya menghormati orang lain, memuliakan tamu, memberikan senyuman, jujur, tidak bergunjing dll.
Para psikolog menjelaskan bahwa kebiasaan terdiri dari 3 unsur yang saling berkaitan erat:
Pengetahuan, yaitu pengetahuan yang bersifat teoritis mengenai sesuatu yang ingin dikerjakan;
Keinginan, yaitu adanya motivasi atau kecenderungan untuk melakukan sesuatu;
Keahlian, maksudnya kemampuan untuk melakukannya.
Jika ketiga unsur itu bertemu didalam perbuatan, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Akan tetapi jika kurang salah satunya, maka perbuatan itu tidak dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Contoh membaca (bisa membaca, mengetahui pentingnya membaca dan ada motivasi atau keinginan untuk membaca).
4. MEMBANGUN KEBIASAAN YANG BERMANFAAT DAN MENGHINDARI KEBIASAAN YANG TIDAK BERMANFAAT
Kita dapat membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang bermanfaat dengan cara, berusaha mencari pengetahuan tentang sesuatu yang akan kita lakukan, melatih diri sehingga kita mampu melakukannya dan diteruskan dengan upaya membangkitkan motivasi atau keinginan melakukannya.
JIka ingin menghindarkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat, harus diperhatikan dua unsur yaitu pengetahuan dan keinginan. Kita harus menambah pengetahuan mengenai dampak negatifnya setelah itu dilanjutkan dengan memperhatikan unsur keinginan.
Mulailah dengan mengubah faktor-faktor pendorong dan kecenderungan yang mengarah kepada kebiasaan negatif.
Kebiasaan yang ada dalam kehidupan kita terbentuk dan dibangun dalam waktu yang lama sehingga kita merasa mudah untuk melakukan dan mengulanginya bahkan dalam melakukannya terkadang kita tidak lagi perlu berfikir panjang.
Karena itu dalam membentuk kebiasaan baru merupakan pekerjaan yang memerlukan kesungguhan, pengorbanan dan konsentrasi, sebagaimana meninggalkan kebiasaan lama juga membutuhkan adanya keseriusan.
Allah berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (ar Ra’d 11)
Jadi langkah pertama yang harus dilakukan, manusia harus kembali kepada dirinya sendiri guna menganilisis kebiasan-kebiasaan yang dimilikinya, baik yang berkaitan dengan dirinya maupun berkaitan dengan masyarakat. Jika ia menemukan perilaku yang menyimpang. Maka ia harus melakukan perubahan ke dalam dirinya secepat mungkin.
Dengan demikian Perubahan dalam kehidupan manusia baik berkaitan dengan dirinya maupun dengan masyarakat akan datang dari dalam diri manusia sendiri.
5. TIGA UNSUR UTAMA KESUKSESAN
Kesuksesan seseorang baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya sangat tergantung pada tiga aspek utama yang terdapat di dalam kepribadiannya.
P. Pandangan Hidup
H. Hubungan Antar Manusia.
K. Keahlian
Pandangan hidup;
Pandangan hidup atau visi erkait dengan daya rasa manusia terhadap hidupnya serta terkait dengan kemampuannya untuk memindahkan rasa tersebut ke wilayah praktek. Apa tujuan-tujuan besar yang hendak dicapainya? Standar moral apa yang digunakannya untuk mencapai tujuan tersebut?
Hubungan Antar Manusia
Apakah ia bers ifat terbuka, luwes ataukan selalu berhati-hati; apakah ia memiliki sifat toleran dan pandai bergaul atau ia seorang yang sulit berinteraksi dengan orang lain dan tidak penyabar?
Keahlian, berhubungan dengan, mekanisme dan pengetahuan tertentu. Keahlian apa yang dimiliknya, bidang apa yang dikuasainya, profesi apa yang ditekuninya.
Dari aspek Pandangan Hidup lahir empat macam kebiasaan:
1. Berusaha mencapai keunggulan;
2. Menentukan tujuan;
3. Membuat rencana;
4. Menyusun prioritas
Dari aspek Hubungan dengan sesama manusia muncul beberapa kebiasaan
1. Keahlian berkomunikasi;
2. Berfikir positif;
3. Keseimbangan/moderat.
Dari aspek Keahlian, melahirkan 3 macam kebiasaan:
1. Konsentrasi (fokus)
2. Manajemen Waktu;
3. Berjuang melawan Diri Sendiri;
Pada hakekatnya, ketiga aspek utama tersebut terdapat dalam diri setiap orang, tetapi terkadang ada perbedaan kadar untuk masing-masing aspek yang dimiliki. Terkadang seseorang memiliki kadar kepandaian yang luar biasa dalam berinteraksi dengan manusia, tetapi ia mengeluh aspek pandangan hidupnya yang tidak kuat atau ia tidak memiliki keahlian yang tinggi yang dibutuhkan guna mencapai kesuksesan di dalam pekerjaannya.
Adapula orang yang memiliki tingkat keahlian yang tinggi dan pengetahuan tertentu yang berkaitan dengan profesinya, tetapi ia tidak pandai berinteraksi dengan sesama manusia serta memiliki pandangan yang lemah.
Keseimbangan antara ketiga aspek tersebut merupakan sesuatu yang harus ada jika kita ingin membangun kepribadian yang sempurna.
Dengan demikian 10 Kebiasaan agar manusia dapat menjadi sukses adalah
a. Berusaha mencapai keunggulan;
b. Tentukan Tujuan;
c. Buat Rencana;
d. Susun Prioritas
e. Konsentrasi (fokus)
f. Manajemen Waktu;
g. Berjuang melawan Diri Sendiri;
h. Pandai berkomunikasi;
i. Berfikir positif
j. Moderat.
A. BERUSAHA MENCAPAI KEUNGGULAN
Kebiasaan ini merupakan salah satu yang terpenting dari sepuluh kebiasaan manusia sukses. Berusaha mencapai keunggulan adalah berusaha dengan tekun dan terus menerus guna mencapai keunggulan di dalam hidup.
Hal ini mengandung pengertian selalu berusaha untuk menjaga perkembangan diri, dengan meningkatkan kualitas keimanan, ahlak, hubungan dengan manusia dan memanfaatkannya untuk mewujudkan misi hidupnya.
Kebiasaan berusaha mencapai keunggulan dalam hidup terdiri atas 3 Aspek Penting:
Pertama: Selalu Berusaha Untuk Meningkatkan Keimanan;
Iman merupakan faktor yang sangat menentukan. Faktor ini diperoleh dengan menjalin hubungan dengan Allah SWT secara terus menerus. Jika kita memiliki hubungan kuat dengan Allah SWT dan tingkat keimanan tinggi maka kita dapat mewujudkan misi hidup kita secara efektif. Keimanan sesorang dapat bertambah atau berkurang. Ia akan bertambah dengan ketaatan serta ibadah serta akan berkurang dengan kelalaian dan kealpaan.
Kebiasaan berusaha untuk mencari Keunggulan ini dapat menyebabkan seseorang memperoleh kebaikan dan hidayah yang lebih daripada hari sebelumnya. Allah telah mengisyaratkan hasil yang akan diperoleh seseorang jika ia berusaha untuk mencapai keunggulan keimanan ini.
Orang orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami (al – Ankabut 69)
Perumpamaan nafkah orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas karunia Nya lagi Maha Mengetahui (al Baqarah 261)
Hadis Kudsi:
“Barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, Barang s iapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, Barang siapa datang kepadaKu dengan berjalan kaki, maka Aku akan mendatanginya dengan segera. Barang siapa menyebut Ku dalam sekelompok orang, maka Aku akan menyebutnya dalam kelompok orang yang lebih baik dari kelompok mereka.”
Hambaku selalu mendekat kepada Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, menjadi kakinya yang dia dia gunakan untuk berjalan, menjadi tangannya yang dia gunakan untuk menangkap. Jika ia minta kepada Ku, maka Aku akan memberinya, dan jika dia meminta perlindungan kepada Ku maka Aku akan melindunginya.”
Pada dasarnya perjalanan hidup seseorang manusia sangat terkait dengan aspek keimanan ini. Jika kehidupan manusia tidak dibangun di atas aspek ini maka kehidupannya tidak akan berarti.
Allah menggambarkan kondisi orang-orang yang tidak memenuhi kehidupannya dengan aspek keimanan dalam firmanNya:
Katakanlah: apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak akan mengadakan penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat (al Khafi 103-105)
Sejalan dengan ini YM Abu dalam salah satu makalahnya (Menjadi Lebih Bahagia Dengan Menjalankan Ajaran Islam) menyatakan bahwa: “…Harapan kita sebenarnya hanya satu, yatu: marilah kita berlomba lomba untuk mencintai Tuhan di atas segala-galanya. Mencintai Tuhan berarti mencintai semua ketetapannya dan ketentuan Tuhan. Lebih kongkrit lagi, mencintai Tuhan harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah Rasul Nya. Sebab dalam Al Qur’an Allah Berfirman: “katakanlah (kepada mereka hai Muhammad): Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu.”
Kedua: Selalu berusaha untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan dalam bidang tertentu, produktifitas, optimalisasi dan efektifitas dalam pekerjaan atau profesi kita.
Seorang manusia yang tidak mau berusaha untuk mencapai keunggulan dalam pekerjaannya, tidak mengubah etos kerja dan produktifitasnya dan tidak mau berusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya, ia akan tetap berada pada posisi tertentu, tidak akan mengalami kenaikan jabatan, tidak dapat meningkatkan penghasilannya. Sebaliknya seseorang yang memiliki jiwa luwes, gesit dan selalu berusaha untuk memperoleh yang lebih baik, maka ia akan selalu belajar, berusaha menyempurnakan pekerjaan dan meraih prestasi, selalu mencari peluang dan memperkuat faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktifitasnya.
Ketiga: berusaha untuk meningkatkan hubungan positif dengan orang lain
Aspek ini merupakan permasalahan penting di dalam kehidupan manusia. Jika hubungan antara sesama manusia kita positif dan menyenangkan, maka kehidupan kita akan menjadi lebih produktif dan menyenangkan.
Tidaklah heran jika hubungan dengan sesama manusia itu merupakan hal terpenting dalam agama Islam, bahkan merupakan substansi dari agama. Juga tidaklah heran jika ahlak yang mulia dalam berinteraksi dengan orang lain merupakan satu sifat yang dapat menyebabkan seseorang manusia akan mendapatkan kedudukan yang tinggi, yaitu bersama dengan orang-orang yang jujur dan dekat dengan Rasulullah. Hadist: Orang yang paling dekat tempat duduknya diantara kalian dengan tempat dudukku di hari kiamat adalah orang yang paling baik ahlaknya. (Riwayat Tarmidzi)
YM Abu (dalam Makalahnya, “Berlomba-lomba menyempurnaka n Keislaman Kita”) mensitir Fatwa YM Ayahanda Guru yang berbunyi ”..Kalau perilaku tidak dipelihara, ia akan menghancurkan, memporakporandakan, membawa kita kepada neraka dan hambluminannas akan hancur, yang akan merusak pula habluminallah, karena hablumminallah dan habluminnas berpengaruh satu sama lain timbal balik…”
Suatu pekerjaan dapat diganti dengan pekerjaan lain tetapi keluarga dan kerabat tidak dapat diganti. Dalam kaitan dengan usaha untuk mencapai keunggulan dalam aspek hubungan dengan sesama manusia ini, ada sebuah Hadist yang menyatakan “ Bergaulah dengan manusia dengan cara yang kamu harapkan, mereka juga menggunakannya ketika bergaul dengan kamu”
Selanjutnya YM Abu menyatakan: “…sejak dahulu Ayah telah berkata dan berfatwa: jagalah selalu mulutmu, jangan berbicara yang lain selain daripada mengaggungkan dzikrullah atau memuji Allah SWT, memuliakan Rasulullah dan sega guru-guru kita, dan jika berjata, katakanlah yang bermanfaat, yang kreatif, jangan utarakan syakwasangka, gunjuing, irihati dendam kesumat, jangan lepaskan mulut engkau begitu saja yang akan menggores tajam dan melukai saudaramu kesana kemari, menikam kesana kemari dan akhirnya merusak masyarakatmu sendiri.”
Kebiasaan berusaha mencapai keunggulan beserta ketiga aspeknya merupakan kebiasaan yang paling penting menuju pribadi yang sukses. Jika kita berusaha membentuk, melakukan dan melatihnya maka kehidupan kita akan berputar 180 derajat dan dapat kita wujudkan kebahagiaan dan kesuksesan yang diharapkan.
Kebahagiaan menurut orang bijak memiliki tiga sumber yang ada di dalam kehidupan manusia yaitu : Ridha Allah (berusaha mencapai kenggulan dalam aspek Iman); Melakukan pekerjaan secara sempurna dan Menyelesaikan segala urusan satu persatu; Membantu orang lain dengan cara menjaga etika dalam bergaul, berbuat baik kepadanya, mengorbankan sebagian waktu, usaha dan harta untuk kepentingannya
B. TENTUKAN TUJUAN
Macam Tujuan dilihat dari sumbernya: Tujuan Ketuhanan, Tujuan Sosial dan Tujuan Individual
Tujuan ketuhanan ditentukan Allah SWT dengan maksud mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tujuan Sosial merupakan penerapan dari tujuan pertama yang ditentukan oleh tuntutan zaman dan Tujuan Individual adalah yujuan yang ditentukan seseorang untuk dirinya sendiri.
C. SUSUN PRIORITAS
Yang dimaksud dengan menyusun prioritas adalah menyusun sejumlah tujuan, tugas dan pekerjaan, dimulai dari yang paling penting sehingga akan dapat diwujudkan tujuan-tujuan itu dalam waktu yang diberikan kepadanya. Waktu merupakan materi yang sangat mahal.
Kebiasaan menyusun prioritas harus dilakukan setiap hari. Ada dua macam prioritas :
1. prioritas pertama adalah prioritas yang bersifat tetap yaitu yang berkaitan dengan aspek ibadah.
2. prioritas kedua adalah prioritas yang bersifat tidak tetap yang dapat berubah yang berkaitan dengan pekerjaan dan sosial.
D. BUAT RENCANA
Secara singkat yang dimaksud dengan membuat rencana adalah meletakkan tujuan-tujuan kita dalam sebuah program kerja yang dapat dilaksanakan serta menentukan langkah-langkah yang dapat membantu menentukan tujuan.
.
Menyusun rencana menjadikan kita siap untuk menentukan langkah selanjutnya
E. KONSENTRASI
Konsentrasi adalah memusatkan perhatian pada tugas, tanggung jawab atau pekerjaan yang ada di hadapan serta berusaha melaksanakannya terus menerus sehingga benar-benar sampai pada tingkatan terakhir.
Hambatan yang dapat menggangu konsentrasi diantaranya tidak adanya motivasi atau dorongan tidak adanya keahlian yang dibutuhkan; rendahnya tingkat kesabaran. Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang muslim untuk bersabar dan menguatkan kesabaranya.
F. MANAJEMEN WAKTU
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasiha t menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran (al-Ashr : 1-3)
Dua nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang. Waktu berjalan dengan cepat seperti berjalannya awan. Kita tidak dapat berbuat apa-apa selain memanfaatkan dan memfungsikannya dengan baik atau membiarkannya berlalu begitu saja.
Bagaimana menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan waktu terbuang.
1. Pelajari tujuan-tujuan, rencana dan prioritas.
2. Letakkanlah tujuan-tujuan pada sebuah rencana periodik;
3. Buatkanlah daftar pekerjaan (kegiatan) yang akan dilakukan setiap hari;
4. Tutuplah semua jalan (hal) yang dapat memalingkan anda;
5. Manfaatkanlah waktu-waktu yang ada (tersisa)
6. Janganlah anda selalu berpasrah pada hal-hal yang bersifat mendesak.
G. BERJUANG MELAWAN DIRI SENDIRI
“ Orang yang sukses adalah orang yang mengarahkan keinginannya, dan bukan orang yang menjadi budak keinginannya” (Perkataan orang bijak)
“Orang yang dapat mengalahkan nafsunya lebih hebat daripada orang yang dapat menaklukkan sebuah kota” (ungkapan India)
Berjuang melawan diri sendiri adalah berusaha secara terus menerus untuk mengalahkan, menaklukkan, mengendalikan dan membiasakan diri untuk menghadapi sejumlah tanggung jawab, berpegang teguh pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai serta sabar dalam menghadapi kewajiban-kewajiban yang ada. Kebiasaan ini membutuhkan adanya proses pendidikan dan usaha yang sungguh-sungguh karena sifat manusia tidak hanya cenderung kepada sifat malas saja, tetapi juga selalu memerintahkan kepada kejahatan. Firman Allah SWT “ Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan” (S. Yusuf:53)
Bagaimana berjuang melawan diri sendiri :
1. Jadilah orang yang efektif dalam manajemen konflik dengan musuh utama anda (musuh utama manusia adalah setan).
2. Jadilah orang yang mampu mengatur konflik antara diri anda dengan musuh kedua anda dengan baik. (musuh kedua adalah diri anda sendiri).
3. Mendidik Jiwa : diantara cara-caranya diantaranya adalah Muraqabah(kontrol diri), Mujahadah (bersungguh-sungguh), Muhasabah (Introspeksi diri) dan taubat
H. KEPIAWAIAN BERKOMUNIKASI
Seorang Profesor Amerika, Thomas Harrel (1986) di Universitas Stnaford menyebutkan adanya keterkaitan antara sukses dalam kerja dengan proses komunikasi dalam kehidupan manusia. Kajian ini menemukan bahwa diantara standar kesuksesan terpenting adalah sifat terbuka dan inklusif dalam masyarakat. Hal ini ditentukan oleh tiga faktor :
1. pribadi yang terbuka dan fleksibel;
2. pribadi yang suka berbicara kepada orang lain, senang bekerja sama dengan mereka dan meyakinkan mereka;
3. pribadi yang suka kepemimpinan dan pengaruh atas orang lain;
Kajian ini menunjukkan Kesuksesan Hidup hanya sebagian kecil bergantung kepada keahlian kerja atau profesi yang dikuasainya yaitu sekitar 15 % sedangkan bagian besar 85 % bergantung pada keahlian berkomunikasi.
Sifat-sifat dan akhlak berikut merupakan dasar yang tepat dalam mebangun keahlian komunikasi :
1. bekerja demi mewujudkan cita-cita yang tinggi dan besar dalam kehidupan;
2. memberikan perhatian terhadap urusan umum dan tidak terfokus ada urusan pribadi saja;
3. kredibilitas yang tinggi;
4. bijak, hati-hati dan terbuka pada orang lain;
5. sabar dan mampu menampung orang lain;
6. menjadi teladan;
7. berani dan berkepribadian kuat;
8. semangat dan hangat pada orang lain;
9. mengahrgai dan memperhatikan urusan orang lain;
10. bertindak normal, wajar dalam berkata dan bekerja;
IX. BERFIKIR POSITIF
Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak mengahdapi berbagai kejadian yang mungkin negative atau kurang mengenakkan. Berfikir positif adalah mencari hal-hal positif dan baik dari peristiwa yang kita alami dan melupakan ha l yang negatif.
Berfikir positif sangat penting di dalam kehidupan manusia karena dengan berfikir positif anda dapat mengubah hal-hal yang sulit menjadi produktif dan bermanfaat, serta menggunakannya untuk mewujudkan tujuan-tujuan anda dalam hidup ini. Sebaliknya dengan berfikir negatif akan membawa anda kepada kemurungan, kesedihan dan frustasi.
Contoh: Gelas yang setengahnya terisi dan setengahnya kosong
Orang yang berfikir positif: akan menjawab setengahnya penuh
Orang yang berfikir negative: akan menjawab setengahnya kosong
Ini adalah konsep simbolis tentang cara panda manusia terhadap sesuatu. Sebagian memandang dengan pandangan optimis sedangkan sebagian yang lain melihat denan pandangan pesimis.
Ditulis oleh Rahman Moenggah, SH, LLM
Kebahagiaan dan kesuksesan adalah suatu keadaan yang selalu dicari dan menjadi dambaan setiap mahluk di muka bumi yang bernama manusia. Dalam pencarian itu dapat dikatakan setiap gerak, usaha dan langkah diupayakan. Seluruh waktu dicurahkan bahkan tidak jarang jiwa dan raga sekalipun dikorbankannya untuk mendapatkannya. Hanya sayang sekali, sejarah juga menunjukkan bahwa tidak semua manusia mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Banyak anak manusia yang tersesat di jalan, gagal bahkan tidak sedikit terperosok ke dalam lubang kehancuran.
Apa sebenarnya kesuksesan dan kebahahagiaan itu? Selama ini kesuksesan itu lebih banyak dilihat sebagai suatu keadaan atau konsep saja, padahal sebenarnya kesuksesan itu adalah sebuah proses perjalanan dari pengalaman dan keahlian seorang anak manusia.
Kesuksesan adalah sejumlah kebiasaan yang harus dilakukan dengan baik, sabar serta dibutuhkan waktu dan pengorbanan. Karena kebiasaan dan penerapannya itulah yang akan menentukan keberhasilan seseorang, baik dalam kaitannya dengan status sosial, kedudukan, maupun keahliannya dalam melakukan tugas.
Bagaimana sisi kesuksesan dipandang dari Islam? Bagaimana kita mencapainya?
1. TUJUAN HIDUP MANUSIA
Sebelum menjawab mengenai kesuksesan marilah kita lihat dahulu apa tujuan hidup manusia dengan merujuk kepada tujuan Allah telah menciptakan manusia sebagaimana dijelaskan dalam firmannya:
Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (adz Dzariyat 56)
Kesuksesan yang hendak kita raih di dalam kehidupan baik di dunia maupun akhirat bersandar kepada apa yang menjadi tugas utama kita sebagai manusia yaitu mengabdi kepada Allah. Kemudian Allah memberikan kebebasan yang sempurna tetapi dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh syariat dengan tujuan untuk memakmurkan bumi dan mewujudkan hasil-hasil yang didapat sebagaimana dijelaskan di dalam firmanNya:
Ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada Malaikat, sesungguhnya Aku akan jadikan di muka bumi ini seorang khalifah (Al Baqarah ayat 30).
Jadi kebahagiaan dan kesuksesan akan datang dalam konteks pengabdian yang sebenarnya kepada Allah Swt dan pemakmuran bumi yang dilakukan dengan cara membangun peradaban manusia yang benar.
2. KEBIASAAN DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Dengan berdasarkan pendapat bahwa kesuksesan adalah suatu proses yang dibangun dari kebiasaan, ternyata dalam kehidupan manusia, kebiasaan memiliki pengaruh yang besar. Setiap orang dari kita digerakkan oleh kebiasaan. Ibarat pepatah tanamlah suatu perbuatan dan tuailah suatu kebiasaan; tanamlah suatu kebiasaan dan tuailah suatu perilaku; tanamlah suatu perilalaku tuailah suatu keberuntungan.
Contohnya: bila datang bulan Ramadhan, kehidupan seorang muslim mengalami perubahan baik dari kebiasaan makan, tidur maupun kebiasaan shalatnya. Bulan Ramadhan hanya datang sekali dalam satu tahun. Dalam bulan-bulan biasa, setiap muslim terbiasa dengan kehidupan yang rutin khususnya kebiasaan makan minum dan shalat. Tetapi begitu datang bulan Ramadhan, kebiasaan kebiasaan tersebut harus diubah dan diganti dengan kebiasaan baru.
Tetapi setelah berlalunya hari pertama, kita mulai biasa melakukan shalat malam dan rutinitas keseharian kita juga berubah. Kitapun dapat merasakan kemudahan dan tidak lagi merasa berat untuk melakukan rutinitas di bulan Ramadhan. Ketika akhir bulan Ramadhan pun kita kita sudah terbiasa dengan shaum dan tidak lagi merasa berat menjalani puasa dan mungkin siap menjalani kehidupannya dengan cara semacam itu.
Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena ia telah terbiasa melakukannya dan ia telah mengubah kebiasaan-kebiasaan lama dengan kebiasaan baru.
Apa yang terjadi di bulan Ramadhan ini merupakan pelajaran penting dari Tuhan yang mengajarkan kepada kita bahwa mengubah kebiasaan adalah sesuatu yang mudah dan dapat dilakuka n oleh setiap manusia.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kehidupan kita diatur oleh berbagai macam kebiasaan. Diantara kebiasaan itu ada yang bermanfaat ada pula yang tidak bermanfaat. Tentunya kita diharapkan dapat memperkuat kebiasaan yang bermanfaat dan dapat menjauhkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat atau membahayakan
3. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN KEBIASAAN
Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa kita lakukan, kebiasaan dapat berupa sesuatu yang diindera, seperti pergi ke tempat tertentu, makan makanan tertentu. Tetapi juga dapat berupa sikap atau perasan: misalnya menghormati orang lain, memuliakan tamu, memberikan senyuman, jujur, tidak bergunjing dll.
Para psikolog menjelaskan bahwa kebiasaan terdiri dari 3 unsur yang saling berkaitan erat:
Pengetahuan, yaitu pengetahuan yang bersifat teoritis mengenai sesuatu yang ingin dikerjakan;
Keinginan, yaitu adanya motivasi atau kecenderungan untuk melakukan sesuatu;
Keahlian, maksudnya kemampuan untuk melakukannya.
Jika ketiga unsur itu bertemu didalam perbuatan, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Akan tetapi jika kurang salah satunya, maka perbuatan itu tidak dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Contoh membaca (bisa membaca, mengetahui pentingnya membaca dan ada motivasi atau keinginan untuk membaca).
4. MEMBANGUN KEBIASAAN YANG BERMANFAAT DAN MENGHINDARI KEBIASAAN YANG TIDAK BERMANFAAT
Kita dapat membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang bermanfaat dengan cara, berusaha mencari pengetahuan tentang sesuatu yang akan kita lakukan, melatih diri sehingga kita mampu melakukannya dan diteruskan dengan upaya membangkitkan motivasi atau keinginan melakukannya.
JIka ingin menghindarkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat, harus diperhatikan dua unsur yaitu pengetahuan dan keinginan. Kita harus menambah pengetahuan mengenai dampak negatifnya setelah itu dilanjutkan dengan memperhatikan unsur keinginan.
Mulailah dengan mengubah faktor-faktor pendorong dan kecenderungan yang mengarah kepada kebiasaan negatif.
Kebiasaan yang ada dalam kehidupan kita terbentuk dan dibangun dalam waktu yang lama sehingga kita merasa mudah untuk melakukan dan mengulanginya bahkan dalam melakukannya terkadang kita tidak lagi perlu berfikir panjang.
Karena itu dalam membentuk kebiasaan baru merupakan pekerjaan yang memerlukan kesungguhan, pengorbanan dan konsentrasi, sebagaimana meninggalkan kebiasaan lama juga membutuhkan adanya keseriusan.
Allah berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (ar Ra’d 11)
Jadi langkah pertama yang harus dilakukan, manusia harus kembali kepada dirinya sendiri guna menganilisis kebiasan-kebiasaan yang dimilikinya, baik yang berkaitan dengan dirinya maupun berkaitan dengan masyarakat. Jika ia menemukan perilaku yang menyimpang. Maka ia harus melakukan perubahan ke dalam dirinya secepat mungkin.
Dengan demikian Perubahan dalam kehidupan manusia baik berkaitan dengan dirinya maupun dengan masyarakat akan datang dari dalam diri manusia sendiri.
5. TIGA UNSUR UTAMA KESUKSESAN
Kesuksesan seseorang baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya sangat tergantung pada tiga aspek utama yang terdapat di dalam kepribadiannya.
P. Pandangan Hidup
H. Hubungan Antar Manusia.
K. Keahlian
Pandangan hidup;
Pandangan hidup atau visi erkait dengan daya rasa manusia terhadap hidupnya serta terkait dengan kemampuannya untuk memindahkan rasa tersebut ke wilayah praktek. Apa tujuan-tujuan besar yang hendak dicapainya? Standar moral apa yang digunakannya untuk mencapai tujuan tersebut?
Hubungan Antar Manusia
Apakah ia bers ifat terbuka, luwes ataukan selalu berhati-hati; apakah ia memiliki sifat toleran dan pandai bergaul atau ia seorang yang sulit berinteraksi dengan orang lain dan tidak penyabar?
Keahlian, berhubungan dengan, mekanisme dan pengetahuan tertentu. Keahlian apa yang dimiliknya, bidang apa yang dikuasainya, profesi apa yang ditekuninya.
Dari aspek Pandangan Hidup lahir empat macam kebiasaan:
1. Berusaha mencapai keunggulan;
2. Menentukan tujuan;
3. Membuat rencana;
4. Menyusun prioritas
Dari aspek Hubungan dengan sesama manusia muncul beberapa kebiasaan
1. Keahlian berkomunikasi;
2. Berfikir positif;
3. Keseimbangan/moderat.
Dari aspek Keahlian, melahirkan 3 macam kebiasaan:
1. Konsentrasi (fokus)
2. Manajemen Waktu;
3. Berjuang melawan Diri Sendiri;
Pada hakekatnya, ketiga aspek utama tersebut terdapat dalam diri setiap orang, tetapi terkadang ada perbedaan kadar untuk masing-masing aspek yang dimiliki. Terkadang seseorang memiliki kadar kepandaian yang luar biasa dalam berinteraksi dengan manusia, tetapi ia mengeluh aspek pandangan hidupnya yang tidak kuat atau ia tidak memiliki keahlian yang tinggi yang dibutuhkan guna mencapai kesuksesan di dalam pekerjaannya.
Adapula orang yang memiliki tingkat keahlian yang tinggi dan pengetahuan tertentu yang berkaitan dengan profesinya, tetapi ia tidak pandai berinteraksi dengan sesama manusia serta memiliki pandangan yang lemah.
Keseimbangan antara ketiga aspek tersebut merupakan sesuatu yang harus ada jika kita ingin membangun kepribadian yang sempurna.
Dengan demikian 10 Kebiasaan agar manusia dapat menjadi sukses adalah
a. Berusaha mencapai keunggulan;
b. Tentukan Tujuan;
c. Buat Rencana;
d. Susun Prioritas
e. Konsentrasi (fokus)
f. Manajemen Waktu;
g. Berjuang melawan Diri Sendiri;
h. Pandai berkomunikasi;
i. Berfikir positif
j. Moderat.
A. BERUSAHA MENCAPAI KEUNGGULAN
Kebiasaan ini merupakan salah satu yang terpenting dari sepuluh kebiasaan manusia sukses. Berusaha mencapai keunggulan adalah berusaha dengan tekun dan terus menerus guna mencapai keunggulan di dalam hidup.
Hal ini mengandung pengertian selalu berusaha untuk menjaga perkembangan diri, dengan meningkatkan kualitas keimanan, ahlak, hubungan dengan manusia dan memanfaatkannya untuk mewujudkan misi hidupnya.
Kebiasaan berusaha mencapai keunggulan dalam hidup terdiri atas 3 Aspek Penting:
Pertama: Selalu Berusaha Untuk Meningkatkan Keimanan;
Iman merupakan faktor yang sangat menentukan. Faktor ini diperoleh dengan menjalin hubungan dengan Allah SWT secara terus menerus. Jika kita memiliki hubungan kuat dengan Allah SWT dan tingkat keimanan tinggi maka kita dapat mewujudkan misi hidup kita secara efektif. Keimanan sesorang dapat bertambah atau berkurang. Ia akan bertambah dengan ketaatan serta ibadah serta akan berkurang dengan kelalaian dan kealpaan.
Kebiasaan berusaha untuk mencari Keunggulan ini dapat menyebabkan seseorang memperoleh kebaikan dan hidayah yang lebih daripada hari sebelumnya. Allah telah mengisyaratkan hasil yang akan diperoleh seseorang jika ia berusaha untuk mencapai keunggulan keimanan ini.
Orang orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami (al – Ankabut 69)
Perumpamaan nafkah orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas karunia Nya lagi Maha Mengetahui (al Baqarah 261)
Hadis Kudsi:
“Barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, Barang s iapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, Barang siapa datang kepadaKu dengan berjalan kaki, maka Aku akan mendatanginya dengan segera. Barang siapa menyebut Ku dalam sekelompok orang, maka Aku akan menyebutnya dalam kelompok orang yang lebih baik dari kelompok mereka.”
Hambaku selalu mendekat kepada Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, menjadi kakinya yang dia dia gunakan untuk berjalan, menjadi tangannya yang dia gunakan untuk menangkap. Jika ia minta kepada Ku, maka Aku akan memberinya, dan jika dia meminta perlindungan kepada Ku maka Aku akan melindunginya.”
Pada dasarnya perjalanan hidup seseorang manusia sangat terkait dengan aspek keimanan ini. Jika kehidupan manusia tidak dibangun di atas aspek ini maka kehidupannya tidak akan berarti.
Allah menggambarkan kondisi orang-orang yang tidak memenuhi kehidupannya dengan aspek keimanan dalam firmanNya:
Katakanlah: apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak akan mengadakan penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat (al Khafi 103-105)
Sejalan dengan ini YM Abu dalam salah satu makalahnya (Menjadi Lebih Bahagia Dengan Menjalankan Ajaran Islam) menyatakan bahwa: “…Harapan kita sebenarnya hanya satu, yatu: marilah kita berlomba lomba untuk mencintai Tuhan di atas segala-galanya. Mencintai Tuhan berarti mencintai semua ketetapannya dan ketentuan Tuhan. Lebih kongkrit lagi, mencintai Tuhan harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah Rasul Nya. Sebab dalam Al Qur’an Allah Berfirman: “katakanlah (kepada mereka hai Muhammad): Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu.”
Kedua: Selalu berusaha untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan dalam bidang tertentu, produktifitas, optimalisasi dan efektifitas dalam pekerjaan atau profesi kita.
Seorang manusia yang tidak mau berusaha untuk mencapai keunggulan dalam pekerjaannya, tidak mengubah etos kerja dan produktifitasnya dan tidak mau berusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya, ia akan tetap berada pada posisi tertentu, tidak akan mengalami kenaikan jabatan, tidak dapat meningkatkan penghasilannya. Sebaliknya seseorang yang memiliki jiwa luwes, gesit dan selalu berusaha untuk memperoleh yang lebih baik, maka ia akan selalu belajar, berusaha menyempurnakan pekerjaan dan meraih prestasi, selalu mencari peluang dan memperkuat faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktifitasnya.
Ketiga: berusaha untuk meningkatkan hubungan positif dengan orang lain
Aspek ini merupakan permasalahan penting di dalam kehidupan manusia. Jika hubungan antara sesama manusia kita positif dan menyenangkan, maka kehidupan kita akan menjadi lebih produktif dan menyenangkan.
Tidaklah heran jika hubungan dengan sesama manusia itu merupakan hal terpenting dalam agama Islam, bahkan merupakan substansi dari agama. Juga tidaklah heran jika ahlak yang mulia dalam berinteraksi dengan orang lain merupakan satu sifat yang dapat menyebabkan seseorang manusia akan mendapatkan kedudukan yang tinggi, yaitu bersama dengan orang-orang yang jujur dan dekat dengan Rasulullah. Hadist: Orang yang paling dekat tempat duduknya diantara kalian dengan tempat dudukku di hari kiamat adalah orang yang paling baik ahlaknya. (Riwayat Tarmidzi)
YM Abu (dalam Makalahnya, “Berlomba-lomba menyempurnaka n Keislaman Kita”) mensitir Fatwa YM Ayahanda Guru yang berbunyi ”..Kalau perilaku tidak dipelihara, ia akan menghancurkan, memporakporandakan, membawa kita kepada neraka dan hambluminannas akan hancur, yang akan merusak pula habluminallah, karena hablumminallah dan habluminnas berpengaruh satu sama lain timbal balik…”
Suatu pekerjaan dapat diganti dengan pekerjaan lain tetapi keluarga dan kerabat tidak dapat diganti. Dalam kaitan dengan usaha untuk mencapai keunggulan dalam aspek hubungan dengan sesama manusia ini, ada sebuah Hadist yang menyatakan “ Bergaulah dengan manusia dengan cara yang kamu harapkan, mereka juga menggunakannya ketika bergaul dengan kamu”
Selanjutnya YM Abu menyatakan: “…sejak dahulu Ayah telah berkata dan berfatwa: jagalah selalu mulutmu, jangan berbicara yang lain selain daripada mengaggungkan dzikrullah atau memuji Allah SWT, memuliakan Rasulullah dan sega guru-guru kita, dan jika berjata, katakanlah yang bermanfaat, yang kreatif, jangan utarakan syakwasangka, gunjuing, irihati dendam kesumat, jangan lepaskan mulut engkau begitu saja yang akan menggores tajam dan melukai saudaramu kesana kemari, menikam kesana kemari dan akhirnya merusak masyarakatmu sendiri.”
Kebiasaan berusaha mencapai keunggulan beserta ketiga aspeknya merupakan kebiasaan yang paling penting menuju pribadi yang sukses. Jika kita berusaha membentuk, melakukan dan melatihnya maka kehidupan kita akan berputar 180 derajat dan dapat kita wujudkan kebahagiaan dan kesuksesan yang diharapkan.
Kebahagiaan menurut orang bijak memiliki tiga sumber yang ada di dalam kehidupan manusia yaitu : Ridha Allah (berusaha mencapai kenggulan dalam aspek Iman); Melakukan pekerjaan secara sempurna dan Menyelesaikan segala urusan satu persatu; Membantu orang lain dengan cara menjaga etika dalam bergaul, berbuat baik kepadanya, mengorbankan sebagian waktu, usaha dan harta untuk kepentingannya
B. TENTUKAN TUJUAN
Macam Tujuan dilihat dari sumbernya: Tujuan Ketuhanan, Tujuan Sosial dan Tujuan Individual
Tujuan ketuhanan ditentukan Allah SWT dengan maksud mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tujuan Sosial merupakan penerapan dari tujuan pertama yang ditentukan oleh tuntutan zaman dan Tujuan Individual adalah yujuan yang ditentukan seseorang untuk dirinya sendiri.
C. SUSUN PRIORITAS
Yang dimaksud dengan menyusun prioritas adalah menyusun sejumlah tujuan, tugas dan pekerjaan, dimulai dari yang paling penting sehingga akan dapat diwujudkan tujuan-tujuan itu dalam waktu yang diberikan kepadanya. Waktu merupakan materi yang sangat mahal.
Kebiasaan menyusun prioritas harus dilakukan setiap hari. Ada dua macam prioritas :
1. prioritas pertama adalah prioritas yang bersifat tetap yaitu yang berkaitan dengan aspek ibadah.
2. prioritas kedua adalah prioritas yang bersifat tidak tetap yang dapat berubah yang berkaitan dengan pekerjaan dan sosial.
D. BUAT RENCANA
Secara singkat yang dimaksud dengan membuat rencana adalah meletakkan tujuan-tujuan kita dalam sebuah program kerja yang dapat dilaksanakan serta menentukan langkah-langkah yang dapat membantu menentukan tujuan.
.
Menyusun rencana menjadikan kita siap untuk menentukan langkah selanjutnya
E. KONSENTRASI
Konsentrasi adalah memusatkan perhatian pada tugas, tanggung jawab atau pekerjaan yang ada di hadapan serta berusaha melaksanakannya terus menerus sehingga benar-benar sampai pada tingkatan terakhir.
Hambatan yang dapat menggangu konsentrasi diantaranya tidak adanya motivasi atau dorongan tidak adanya keahlian yang dibutuhkan; rendahnya tingkat kesabaran. Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang muslim untuk bersabar dan menguatkan kesabaranya.
F. MANAJEMEN WAKTU
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasiha t menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran (al-Ashr : 1-3)
Dua nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang. Waktu berjalan dengan cepat seperti berjalannya awan. Kita tidak dapat berbuat apa-apa selain memanfaatkan dan memfungsikannya dengan baik atau membiarkannya berlalu begitu saja.
Bagaimana menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan waktu terbuang.
1. Pelajari tujuan-tujuan, rencana dan prioritas.
2. Letakkanlah tujuan-tujuan pada sebuah rencana periodik;
3. Buatkanlah daftar pekerjaan (kegiatan) yang akan dilakukan setiap hari;
4. Tutuplah semua jalan (hal) yang dapat memalingkan anda;
5. Manfaatkanlah waktu-waktu yang ada (tersisa)
6. Janganlah anda selalu berpasrah pada hal-hal yang bersifat mendesak.
G. BERJUANG MELAWAN DIRI SENDIRI
“ Orang yang sukses adalah orang yang mengarahkan keinginannya, dan bukan orang yang menjadi budak keinginannya” (Perkataan orang bijak)
“Orang yang dapat mengalahkan nafsunya lebih hebat daripada orang yang dapat menaklukkan sebuah kota” (ungkapan India)
Berjuang melawan diri sendiri adalah berusaha secara terus menerus untuk mengalahkan, menaklukkan, mengendalikan dan membiasakan diri untuk menghadapi sejumlah tanggung jawab, berpegang teguh pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai serta sabar dalam menghadapi kewajiban-kewajiban yang ada. Kebiasaan ini membutuhkan adanya proses pendidikan dan usaha yang sungguh-sungguh karena sifat manusia tidak hanya cenderung kepada sifat malas saja, tetapi juga selalu memerintahkan kepada kejahatan. Firman Allah SWT “ Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan” (S. Yusuf:53)
Bagaimana berjuang melawan diri sendiri :
1. Jadilah orang yang efektif dalam manajemen konflik dengan musuh utama anda (musuh utama manusia adalah setan).
2. Jadilah orang yang mampu mengatur konflik antara diri anda dengan musuh kedua anda dengan baik. (musuh kedua adalah diri anda sendiri).
3. Mendidik Jiwa : diantara cara-caranya diantaranya adalah Muraqabah(kontrol diri), Mujahadah (bersungguh-sungguh), Muhasabah (Introspeksi diri) dan taubat
H. KEPIAWAIAN BERKOMUNIKASI
Seorang Profesor Amerika, Thomas Harrel (1986) di Universitas Stnaford menyebutkan adanya keterkaitan antara sukses dalam kerja dengan proses komunikasi dalam kehidupan manusia. Kajian ini menemukan bahwa diantara standar kesuksesan terpenting adalah sifat terbuka dan inklusif dalam masyarakat. Hal ini ditentukan oleh tiga faktor :
1. pribadi yang terbuka dan fleksibel;
2. pribadi yang suka berbicara kepada orang lain, senang bekerja sama dengan mereka dan meyakinkan mereka;
3. pribadi yang suka kepemimpinan dan pengaruh atas orang lain;
Kajian ini menunjukkan Kesuksesan Hidup hanya sebagian kecil bergantung kepada keahlian kerja atau profesi yang dikuasainya yaitu sekitar 15 % sedangkan bagian besar 85 % bergantung pada keahlian berkomunikasi.
Sifat-sifat dan akhlak berikut merupakan dasar yang tepat dalam mebangun keahlian komunikasi :
1. bekerja demi mewujudkan cita-cita yang tinggi dan besar dalam kehidupan;
2. memberikan perhatian terhadap urusan umum dan tidak terfokus ada urusan pribadi saja;
3. kredibilitas yang tinggi;
4. bijak, hati-hati dan terbuka pada orang lain;
5. sabar dan mampu menampung orang lain;
6. menjadi teladan;
7. berani dan berkepribadian kuat;
8. semangat dan hangat pada orang lain;
9. mengahrgai dan memperhatikan urusan orang lain;
10. bertindak normal, wajar dalam berkata dan bekerja;
IX. BERFIKIR POSITIF
Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak mengahdapi berbagai kejadian yang mungkin negative atau kurang mengenakkan. Berfikir positif adalah mencari hal-hal positif dan baik dari peristiwa yang kita alami dan melupakan ha l yang negatif.
Berfikir positif sangat penting di dalam kehidupan manusia karena dengan berfikir positif anda dapat mengubah hal-hal yang sulit menjadi produktif dan bermanfaat, serta menggunakannya untuk mewujudkan tujuan-tujuan anda dalam hidup ini. Sebaliknya dengan berfikir negatif akan membawa anda kepada kemurungan, kesedihan dan frustasi.
Contoh: Gelas yang setengahnya terisi dan setengahnya kosong
Orang yang berfikir positif: akan menjawab setengahnya penuh
Orang yang berfikir negative: akan menjawab setengahnya kosong
Ini adalah konsep simbolis tentang cara panda manusia terhadap sesuatu. Sebagian memandang dengan pandangan optimis sedangkan sebagian yang lain melihat denan pandangan pesimis.
Langganan:
Postingan (Atom)